DEWAN KESENIAN DAN PROBLEMATIK SASTRA JATIM

Fahrudin Nasrulloh *

Dewan kesenian yang eksis di berbagai wilayah di propinsi Jawa Timur memiliki kontribusi sekaligus problem tersendiri. Dari 38 kota dan kabupaten di Jatim kiranya tidak semua wilayah tersebut bercokol lembag dewan kesenian. Kendati Jatim menyimpan 10 subkultur kebudayaan (ditambah 2 kultur budaya Arab dan Cina) yang sangat kaya dan luas. Continue reading “DEWAN KESENIAN DAN PROBLEMATIK SASTRA JATIM”

FAKTA-FIKSI DALAM NOVEL SENJA DI JAKARTA*

Maman S. Mahayana **

Adanya pendekatan sosiologis dalam kritik sastra sebenarnya dimungkinkan karena kesusastraan berurusan dengan dunia manusia, atau dunia simbolik yang mengacu pada kehidupan manusia. Karya sastra adalah produk pengarang yang hidup di lingkungan sosial. Dengan begitu, karya sastra merupakan dunia imajinatif pengarang yang selalu terkait dengan kehidupan sosial. Pengarang sebagai anggota masyarakat, dilahirkan, dibesarkan, dan memperoleh pendidikan di tengah-tengah kehidupan sosial. Oleh karena itu, ia juga, secara sadar atau tidak, telah menjalankan peranannya sebagai anggota masyarakat sejak ia lahir.1 Continue reading “FAKTA-FIKSI DALAM NOVEL SENJA DI JAKARTA*”

Studi Kritis Sirah Nabawiyah

Ahmad Sahidin
http://sejarah.kompasiana.com/

Tadinya saya tidak tertarik untuk membaca buku yang berkaitan dengan sejarah Nabi Muhammad saw. Selain karena terlalu bernuansa klasik dan pernah dipelajari ketika kuliah, juga mengira bahwa sejarah Nabi tidak jauh berbeda dengan buku-buku lainnya. Namun setelah bergabung dalam sebuah milis yang khusus mengkaji sejarah yang dibuat oleh kawan-kawan alumni jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung, saya jadi tertarik lagi untuk membuka-buka dan membaca lagi buku sejarah. Continue reading “Studi Kritis Sirah Nabawiyah”

Proses Menjadi Pemimpin

Aswandi
http://www.pontianakpost.com/

MENJADI pemimpin adalah hak semua orang dan tidak dicanangkan hanya untuk segelintir orang diantara kita; ia tidak dilahirkan, melainkan diciptakan dan diupayakan melalui proses pembelajaran. Jika ada keyakinan atau pendapat yang menyatakan bahwa menjadi pemimpin hanya untuk kalangan terbatas, maka hal tersebut adalah sebuah mitos. Dan mitos tersebut menurut para pakar kepemimpinan adalah mitos yang paling merusak dari segala mitos kepemimpinan lainnya,? dikutip dari Kouzes & Posner (1999) dalam bukunya ?The Leadership Challenge?.Barangkali, karena menolak mitos tersebut, maka akhir-akhir ini, bermunculan calon pemimpin dari berbagai golongan yang ada di tengah masyarakat. Continue reading “Proses Menjadi Pemimpin”

Bahasa ยป