Terorisme, Semiotika dan Bahasa Indonesia

Jafar M. Sidik
http://oase.kompas.com/

Percaya tidak, Bahasa Indonesia turut mengeraskan pimikiran radikal yang memicu aksi-aksi teror belakangan ini?

Anda tak wajib menyepakati pernyataan ini. Tetapi sebelum menyimpulkan pernyataan itu spekulatif, tanyalah dulu pada Nasaruddin Umar, Guru Besar Tafsir Alquran pada Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Continue reading “Terorisme, Semiotika dan Bahasa Indonesia”

Menyusuri Buku Sastra Anak

LSC, R. Fadjri, Rubi Kurniawan, Dwi Wiyana, Dwi Arjanto
http://majalah.tempointeraktif.com/

Di bawah bayangan pohon yang rindang, Alice duduk terkantuk-kantuk dikepung rasa bosan. “Apa gunanya membaca buku yang tak ada gambarnya?” gerutunya, mengintip buku yang dibaca kakaknya. Sembari membayangkan bunga-bunga daisy yang akan diuntai menjadi kalung dan mencoba melawan rasa kantuk, tiba-tiba saja seekor kelinci putih dengan mata berwarna merah jambu, berdasi, dan mengenakan jas tergopoh-gopoh melintas di mukanya. “Aduh, aduh, aku akan terlambat…,” keluh sang kelinci sembari merogoh sebuah jam berantai dari sakunya. (Alice in Wonderland, Lewis Carrol) Continue reading “Menyusuri Buku Sastra Anak”

Operasi Tak Pernah Berada di Jaringan Bawah Tanah dan Tertutup

Andika HM (BBC)
http://www.seputar-indonesia.com/

Kehidupan mafia memang selalu menarik untuk dikuak.Jake Adelstein bahkan mempertaruhkan nyawanya demi mengetahui seluk beluk kehidupan mafia Jepang,Yakuza.

?HAPUS ceritamu,kita akan membunuhmu dan mungkin juga keluargamu. Tetapi, kita akan membiarkan mereka setelah Anda belajar mengenai pelajaran sebelum Anda meninggal.? Itulah ancaman pembunuhan yang pernah diterima Adelstein dari Yakuza. Beruntung, pria yang sudah 12 tahun malang-melintang sebagai jurnalis itu mampu melepaskan diri. Ancaman itu diterima ketika dia berusaha melakukan investigasi salah satu kelompok Yakuza yang paling ditakuti di seluruh Jepang. Continue reading “Operasi Tak Pernah Berada di Jaringan Bawah Tanah dan Tertutup”

Leonowens, Sastrawan Dunia Asal Indonesia

Eko Prasetyo
http://edukasi.kompasiana.com/

?Kedisiplinan, ketekunan, dan kemauan untuk selalu membaca dan mempelajari karya-karya tulis sastrawan lainnya yang bermutu merupakan salah satu syarat penting untuk meniti kesuksesan sebagai penulis.? (Leonowens S.P.)

Prestasinya cukup mentereng. Pada usia yang terbilang muda (33 tahun), dia mampu menyabet gelar ?Sastrawan Dunia? dalam Anugerah Sastra Indonesia pada 2009. Tidak hanya nasional, dia juga meraih penghargaan tingkat internasional. Pada 2007, dia mendapatkan anugerah The Best Writer Netherland. Yang fenomenal, sepanjang 2009 dia melahirkan 30 karya buku sastra. Karena prestasinya tersebut, dia memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia pada 7 Agustus 2010. Continue reading “Leonowens, Sastrawan Dunia Asal Indonesia”

Bahasa ยป