KI HAJAR DEWANTARA DAN PEKERJAAN RUMAH PENDIDIKAN KITA

Janual Aidi

…..seperti yang terlihat dari sejarah dan realitas sekarang,
ternyata Indonesia terus mengalami pembodohan secara sistematis.

Prolog

Seingat dan sepemahaman penulis, bahwa dahulu ketika masih duduk berseragam “merah putih” terpampang jelas di kelas gambar para pahlawan-pahlawan bangsa yang berjuang demi merebut kemerdekaan dan meraih kebebasan. Salah satu gambar pahlawan tersebut adalah gambar Ki Hajar Dewantara atau Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Continue reading “KI HAJAR DEWANTARA DAN PEKERJAAN RUMAH PENDIDIKAN KITA”

TERBANGLAH SI BURUNG MERAK

Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Rendra (7 November 1935 ? 6 Agustus 2009), Si Burung Merak itu, akhirnya terbanglah. Sekian lama ia terbaring di rumah sakit, selama itu pula serangkaian doa untuk kesembuhannya terus dilantunkan oleh sejumlah komunitas seniman di berbagai kota di Indonesia. Bahkan, para seniman di Malaysia, yang memang mengenal baik sosok Rendra, sengaja mengumandangkan doa bersama. Meskipun Tuhan berkehendak lain, kita menangkap adanya gelombang solidaritas atas seseorang yang sudah dianggap milik bersama. Fenomena apakah gerangan sehingga para seniman tiba-tiba bergerak berdoa bersama tidak untuk dirinya sendiri, tetapi untuk seorang Rendra? Continue reading “TERBANGLAH SI BURUNG MERAK”

Pesona Sastra dan Tradisi Berfikir Nahdliyin

Arus corak Realisme-Magis dalam Sastra Kontemporer

Sobih Adnan *
nahdliyin.net

“Menulis puisi bagi saya adalah membebaskan kata-kata yang berarti mengambalikan kata pada awal mulanya. Pada mulanya kata adalah kata. Dan kata pertama adalah mantera. Maka menulis puisi bagi saya adalah mengembalikan kata kepada mantera.”

(Sutardji Calzaum Bachri. Bandung, 30 Maret 1973) Continue reading “Pesona Sastra dan Tradisi Berfikir Nahdliyin”

Mengembangkan Khazanah Sastra

Vino Warsono
http://edukasi.kompasiana.com/

Selasa kemarin tanggal 4 Agustus 2009, merupakan hari berkabungnya dunia seni sastra Indonesia. Ya seorang yang bernama Mbah Surip telah dipanggil kembali menghadap penciptanya. Karya seni dan sastranya begitu fenomenal menginjak di usianya yang senja, kemana-mana ia menjadi bintang tamu, dengan gaya hidupnya yang kurang teratur ditambah jadwal kegiatan yang super padat, kesehatannya mulai terganggu, puncaknya terjadi pada tanggal 4 Agustus 2009 tersebut, Mbah Surip menghembuskan nafasnya yang terakhir di rumah salah seorang sahabatnya Mamih Prakoso. Continue reading “Mengembangkan Khazanah Sastra”

Kado di balik Bencana

Wiwik Hidayati
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

Rentetan peristiwa masih membekas di benak kita. Kerusuhan di Aceh, Poso, Maluku; tsunami yang memakan korban puluhan ribu orang; bencana di Yogyakarta, Sidoarjo, dan Pangandaran; belum lagi pengeboman di beberapa wilayah Indonesia; ditambah akhir-akhir ini bencana banjir melanda Jakarta.

Deretan derita serasa tak henti-hentinya mendera dan seringkali membuat trauma. Membuat diri semakin pesimis memandang hidup. Continue reading “Kado di balik Bencana”

Bahasa »