Salam dari Amsterdam

Heri Latief
http://politik.kompasiana.com/

Seorang kawan menulis surat pada saya, apakah saya bisa cerita tentang kehidupan di Belanda. Mulanya saya bingung juga, apa yang saya mau ceritakan? Apakah boleh menulis tentang konflik antara kaum pendatang dan Inlander, komplit dengan bumbu agamanya?

Kawan saya bilang soal konflik agama tak perlu diceritakan, katanya dunia sudah muak dengan segala berita provokasi hasil konflik beragama. Continue reading “Salam dari Amsterdam”

WALAGARA, AMONG-AMONG, DAN ENTAS-ENTAS

Dian Sukarno *

Perjalanan menuju desa Wonokerso, kecamatan Sumber, kabupaten Probolinggo membutuhkan waktu sekitar 2 jam 30 menit dari basecamp utama di kecamatan Sukapura. Jalan yang berkelok-kelok, serta kabut tebal sepanjang perjalanan sangat mempengaruhi kecepatan laju kendaraan. Tetapi ada hikmah yang sangat berarti karena tim bisa leluasa merencanakan tugas utama melalui diskusi di dalam kendaraan. Apa saja yang nanti bisa secepatnya didokumentasikan sepanjang sisa waktu penelitian budaya Tengger. Continue reading “WALAGARA, AMONG-AMONG, DAN ENTAS-ENTAS”

Sebelas Jari Penolak Kutukan Dewa

Pramono
http://www.tempointeraktif.com/

Ruang 2 x 3 meter itu sumpek dan sedikit berdebu. Tak ada sinar matahari menembus ke dalam. Rak yang mengelilingi kamar itu dipenuhi koleksi buku, kaset, dan cakram padat. Tak ada lagi ruang di rak. Berbagai buku yang tak muat diletakkan di lantai. Di ruang kecil itu, dua lampu neon berpendar menerangi. Sinarnya terarah pada meja yang juga penuh barang. Satu mesin ketik kecil berada di tengahnya. Di ujung kiri meja, sebuah minicompo merek Philips makin memadati meja itu. Continue reading “Sebelas Jari Penolak Kutukan Dewa”

Sastra Daerah di Panggung Festival

Ahmadun Yosi Herfanda
Republika

Hingga kini, kita masih mewarisi begitu banyak sastra (di) daerah, yang tersebar dari Aceh hingga Jayapura, Yogyakarta hingga Sulawesi Utara. Sastra-sastra daerah tersebut mengendap di dasar memori kolektif suku-suku setempat, dalam bentuknya yang tradisional, seperti puisi (pantun, geguritan, parikan), prosa (cerita rakyat, dongeng, hikayat, legenda). Di dalam sastra-sastra daerah tersebut terkandung nilai-nilai kearifan lokal, yang tidak jarang dimensinya universal. Continue reading “Sastra Daerah di Panggung Festival”

Bahasa ยป