Siti Sulami, Pelajar Novelis asal Desa Terpencil di Jombang

Berharap Lanjutkan Kuliah dari Hasil Menulis
Rojiful Mamduh
http://www.jawapos.co.id/

Jangan pernah mengartikan bahwa cobaan adalah akhir sebuah cerita. Artikanlah ia sebagai sebuah episode baru kehidupan, dimana episode-episode berikutnya adalah jalan cerita menuju kebahagiaan

DUA kalimat tersebut menutup novel berjudul Fatikah Cinta. Satu-satunya buah karya Siti Sulami, yang telah diterbitkan Pustaka Ilalang Lamongan. Dua novel lainnya rencananya segera menyusul untuk diterbitkan. Masing-masing dengan judul Ketika Maut Ikut Bermimpi serta Cinta dan Kehidupan. Continue reading “Siti Sulami, Pelajar Novelis asal Desa Terpencil di Jombang”

Sejarah Malioboro, Intrik Jawa-Cina Hingga Dunia Sastra (II)

Aziz Abdul Ngashim
http://wisata.kompasiana.com/

masih meneruskan tulisan saya sebelumnya tentang malioboro dalam Segaris jalan dalam kota, Malioboro untuk sekedar menggugah memori lama yang pernah tinggal di jogja namun kini telah berpindah ruang hidupnya dan untuk yang belum ke jogja supaya bisa semakin tergiur untuk mampir di kota budaya ini tentu saja tak ketinggalan untuk mereka yang masih bertahan di jogja supaya bisa mengenal malioboro tidak hanya sebagai ?pasar? cindramata tapi juga ada sejarah dan budaya serta keragaman di wilayah kraton ini. Continue reading “Sejarah Malioboro, Intrik Jawa-Cina Hingga Dunia Sastra (II)”

Satu Garis Jalan dalam Kota, Malioboro (I)

Aziz Abdul Ngashim
http://wisata.kompasiana.com/

malioboro adalah kehidupan?..adalah sejarah dan masa depan, sebuah jalan terunik di dunia, malioboro memang tak sebersih suria KLCC di mayasia, juga tak semegah causewaybay di hongkong, tak seeksotis The Faubourg Saint-Honore paris, tak sepanjang Stroget kopenhagen denmark, harga-harga barang di malioboro tak semahal kolonaki yunani yang memang terkenal paling mahal di dunia, brand-brand yang ada di malibora hanya batik lokal berbeda dengan SoHo new york yang di banjiri merek Marc Jacob, Swiss Army, Kate Spade, Legacy dll, pengunjungnya pun hanya rakyat biasa tak seperti Rodeo Drives los angles yang di penuhi artis papan atas. Continue reading “Satu Garis Jalan dalam Kota, Malioboro (I)”

METODE PEMBELAJARAN SASTRA, MISKIN KREATIVITAS

Agus Sulton
Radar Mojokerto 26 Sep 2010

Salah satu kendala mutu dari suatu pendidikan adalah rendahnya tingkat literacy atau keagiatan membaca dan menulis baik dari kalangan mahasiswa, guru, dan dosen. Hal ini ditandai dengan rendahnya kreativitas dan produktivitas dosen dalam menulis suatu gagasan yang inovatif untuk dipublikasikan sebagai hasil prestasi terhadap kemampuan yang digelutinya. Paling tidak sebagai bukti bahwa dosen merupakan agen pengetahuan, ilmuwan, atau akademikus yang benar-benar pengabdian atas dasar profesi, bukan pekerja?layaknya manol dipasar-pasar, tidak sekedar srobot sana srobot sini (ngompreng mengajar) demi keuntungan finansial, akhirnya rebutan jabatan struktural untuk meraih ongkos yang lebih menjanjikan. Continue reading “METODE PEMBELAJARAN SASTRA, MISKIN KREATIVITAS”

Sastra Islam versus Penyempitan Ilmu Islam

Majalah Horison, 7/1984

Wawancara Abdurrahman Wahid, sang kiai dari Ciganjur, dengan Hardi, wartawan Majalah Horison. Tulisan ini masih sangat relevan bagi kita, untuk mengkaji gugus pemikiran Gus Dur. Terutama dalam hal dialektika antara Islam sebagai sebuah agama, dengan Islam sebagai sebuah hasil kebudaayaan. Dengan membaca ini, –meski dalam pandangan saya materi wawancara lebih bisa diperdalam,– setidaknya ada pintu masuk bagi kita untuk mempelajari setiap perca pemikiran sang cucu Hadlratusy-Syaikh Hasyim Asy’arie tersebut. (Saiful Amien Sholihin) Continue reading “Sastra Islam versus Penyempitan Ilmu Islam”

Bahasa »