Teater Cuci Otak Pasuruan Lolos ke Pentas Dunia

Eko Widianto
tempointeraktif.com

Teater Cuci Otak asal Kota Pasuruan, Jawa Timur, mengikuti Festival Teater Dunia di Contact Theatre Manchester Inggris. Festival dilaksanakan 18-26 Juli diikuti 12 negara. Wakil di kawasan Asia terdiri dari Teater Cuci Otak dan teater asal India.

“Cuci Otak menyisihkan 150 kelompok teater di seluruh dunia,” kata Andre Pink, artis fasilitator Contact Theatre, Kamis (8/4). Continue reading “Teater Cuci Otak Pasuruan Lolos ke Pentas Dunia”

Monolog Sunyi Perempuan Terasing

Ismi Wahid
http://www.tempointeraktif.com/

Yeni, perempuan yang beranjak sepuh, terperangkap dalam rutinitas yang sungguh membosankan. Saban malam, seusai kerja, ia pulang ke rumah dan melakukan aktivitas yang itu-itu saja untuk dirinya sendiri.

Ia bekerja di sebuah pabrik sebagai kepala bagian. Hidup di tengah industrialisasi membuat dirinya teralienasi. Lingkungan yang serba hiruk-pikuk tak membuat dirinya keluar dari keterasingan itu. Continue reading “Monolog Sunyi Perempuan Terasing”

?Max Havelaar? Menyoroti Masalah Kemiskinan

Stevani Elisabeth
http://www.sinarharapan.co.id/

Dalam rangka memperingati 150 tahun buku Max Havelaar karya Eduard Douwes Dekker, Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis mengadakan pertunjukan teater yang berjudul Max Havelaar.

Karya Douwes Dekker ini disutradarai Rahman Sabur dan dipentaskan oleh Teater Payung Hitam, di Jakarta, Senin (3/5) malam. Direktur Erasmus Huis Paul Peters mengatakan, Max Havelaar merupakan buku yang sangat penting di Belanda. Buku tersebut bukan hanya menceritakan soal sejarah saja, tetapi juga menyangkut masalah politik. Continue reading “?Max Havelaar? Menyoroti Masalah Kemiskinan”

Nostalgia Teater Mbeling

Nurdin Kalim
http://www.tempointeraktif.com/

Seorang pria paruh baya berpenampilan dandy muncul di atas pentas. Mengenakan jas, topi pet, dan sepatu merah yang dipadu celana panjang serta dasi putih, pria itu berjalan sambil menyeret koper putih berisi bunga plastik merah-putih menuju sebuah apartemen berlantai 20 ? yang tampak menjulang sebagai latar panggung. Continue reading “Nostalgia Teater Mbeling”

Pementasan Drama Max Havelaar

Anwar Siswadi
http://www.tempointeraktif.com/

Rombongan Adipati, Demang, Jaksa, Mantri, dan Priyayi, berjalan pelan memasuki ruangan. Lantunan tembang tanpa syair dan alunan angklung mengiringi 12 lelaki bertopeng putih sampai duduk di kursi yang ditata persegi. Pandangan selanjutnya tertuju ke mimbar, tempat seorang pria berambut pirang yang menyambut para tamunya dengan bahasa Indonesia beraksen Belanda. Continue reading “Pementasan Drama Max Havelaar”

Bahasa ยป