Mendambakan Pemimpin Muda

7 Hari Kepergian Pramoedya Ananta Toer

Susianna
suarakarya-online.com

Tujuh hari sudah sastrawan legendaris Pramoedya Ananta Toer menghembuskan nafas terakhir dalam usia 81 tahun, tepatnya pada Minggu (30/4) lalu di rumahnya bilangan Utan Kayu, Jakarta Timur. Berita meninggalnya sastrawan kelahiran Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925 ini, menjadi perhatian dunia, yang seakan ikut menangis kehilangan seorang calon nominasi penerima hadiah Nobel. Continue reading “Mendambakan Pemimpin Muda”

Lebanon, Kadisha, dan Kahlil Gibran (1-2)

C Windoro AT
http://internasional.kompas.com/

DI jalan menuju perbukitan dan lembah Kadisha, Lebanon Utara, tepatnya di tikungan kota kecil Hadchit, suatu siang, kami seperti tiba di dunia lain. Puncak Gunung Mar Elias dan Gunung el Mekmel di bentangan Pegunungan Lebanon, berkilauan tertutup salju. Meski demikian, kaki-kakinya masih diselimuti warna hijau pepohonan, dan coklat dinding-dinding batu alam. Continue reading “Lebanon, Kadisha, dan Kahlil Gibran (1-2)”

RASA MARDIKA: REPRESENTASI PSIKOLOGI TOKOH PROPAGANDIS ATAS PERLAWANAN KAUM KROMO

Agus Sulton *

PENDAHULUAN

Rasa Merdika adalah novel karya Soemantri. Ditulis memakai ejaan Melayu lama yang terdiri dari 134 halaman, harga f 0,25. Diterbitkan oleh PKI Semarang, Juli 1924 dan ditulis dalam penjara di Semarang, tertangkap lantaran terdakwa melanggar artikel 161 bis dari stafwetboek yang akhirnya dihukum selama lima bulan. Selama di prefentief atau penjara Soemantri dapat menulis dua buah karya yaitu, Rasa Merdika dan Rahasia Terboeka, suatu cerita kesusahan atau penindasan yang terjadi di Kota Semarang pada masa Kolonial Hindia Belanda?saat bersamaan PKI mulai melebarkan sayapnya. Continue reading “RASA MARDIKA: REPRESENTASI PSIKOLOGI TOKOH PROPAGANDIS ATAS PERLAWANAN KAUM KROMO”

LETUPAN KERINDUAN IDENTITAS

(Tanggapan Tulisan Terbuka Untuk Bupati Suyanto)

Dian Sukarno *

Menyoal apa yang dipapar oleh kawan Fahrudin Nasrulloh penggiat sastra dari komunitas Lembah Pring berjudul Memperbincangkan Seni-Budaya Jombang pada Serambi Budaya Radar Mojokerto, Minggu,28 Maret 2009, sebuah pemikiran yang menggigit dan lontaran komentar nan nyengit. Tetapi itulah fakta dan kenyataan yang tidak layak untuk diingkari apalagi ditutupi. Ibarat borok sudah ngemburuk, andai luka telah bernanah-nanah. Continue reading “LETUPAN KERINDUAN IDENTITAS”

Bahasa ยป