Haflah Maiyah Sebagai Titik Koordinat Explorasi

Sabrank Suparno

Satu lagi keunikan yang digebyakkan oleh Jama’ah Ma’iyah. Keunikan yang selalu muncul mendudul kelayakan sejarah.Yakni sebuah kreatifitas yang merujuk balik dari ide-ide nyeleneh yang seolah menjadi ciri khas gerakan Ma’iyah . Keunikan nyeleneh inilah yang selalu ditunggu Jama’ah Ma’iyah dan para pengincarnya. Mungkin dari sekian banyak ide kreatif yang telah tertuang, hal-hal semacam inilah yang membedakan antara model forum yang dipakai Jama’ah Ma’iyah dengan forum-forum lain di Indonesia. Continue reading “Haflah Maiyah Sebagai Titik Koordinat Explorasi”

Menimbang Visi Dewan Kesenian Jombang

(Wawancara dengan Agus Riadi, Ketua DKJ periode 2010-1014)

Fahrudin Nasrulloh

Selama beberapa tahun belakangan, sejak tahun 1993, upaya pembentukan Dewan Kesenian Jombang telah dilakukan oleh kalangan pemerhati budaya di Jombang, salah satu inisiatornya adalah Agus Juadi, namun tidak menemukan kesepakatan yang aklamatif serta karena perbedaan pandangan yang beragam. Continue reading “Menimbang Visi Dewan Kesenian Jombang”

Satrio Kembar: Romantisme Antara Dua Kutub

Sabrank Suparno
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

Satrio kembar dalam tulisan ini hanyalah ?interpolasian? yang dapat kita tebarkan ke seluruh wilayah serapan atas poin pemikiran Cak Nun yang begitu luas cakupannya dalam setiap termin acara. Dalam satu kali pertemuan padhang mbulan saja, sesungguhnya dapat kita jabarkan menjadi berjilid-jilid buku ensiklopedia yang teramat sangat afunturir, menjelajahi keluasan cakrawala ilmu. Namun keterlepasan antara dua kutub keilmuan itu tidak lantas kepyar tanpa makna. Tetapi selalu diikat dalam satu jalinan titik temu antara dua kutub yang berjauhan. Continue reading “Satrio Kembar: Romantisme Antara Dua Kutub”

Menyikapi Internet Sebagai Media Bersastra

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Pembacaan cerita pendek oleh Danarto di QB Book Store saat peluncuran Graffiti Imaji oleh Yayasan Multimedia Sastra pekan lalu adalah sebuah momen menarik buat para penulis yang selama ini cukup produktif di dalam situs internet. Terbitnya kumpulan cerita pendek?memuat 83 karya yang dipilih oleh Sapardi Djoko Damono, Yanusa Nugroho, dan Anna Siti Herdiyanti?ini menguatkan posisi karya sastra dalam dunia internet. Continue reading “Menyikapi Internet Sebagai Media Bersastra”

Sepuluh Novel Terbongkar-bangkir

Kurniawan
http://majalah.tempointeraktif.com/

SEBAGAI Kepala Subbidang Informasi dan Publikasi Pusat Bahasa, ruang kerja Dad Murniah terkesan sesak. Dengan luas sekitar 2 x 3 meter, ruang itu diisi dua rak penuh buku dan seperangkat komputer. Meja kerjanya pun dihiasi tumpukan kertas dan buku.

Dari ruang itulah lahir semua buku terbitan Pusat Bahasa, termasuk sepuluh novel karya para sastrawan yang diluncurkan pada akhir Oktober lalu. Buku-buku itu adalah Arjunawijaya karya Hamsad Rangkuti, Lubdaka yang Berkelebat karya Yanusa Nugroho, Kundangdya karya Oka Rusmini, Gandamayu: Continue reading “Sepuluh Novel Terbongkar-bangkir”

Bahasa »