Buku Cetak Ulang, Lebih Menguntungkan

Sunaryono Basuki Ks*
http://www.jawapos.co.id/

SASTRAWAN Budi Darma pernah diprotes penggemar dan kolektor bukunya lantaran dia membeli buku karya Budi Darma yang baru terbit dan mengira buku itu buku baru. Rupanya, penerbit buku tersebut telah menerbitkan karya Budi Darma yang lama dengan label baru. Penggemar itu merasa dikibuli, walaupun Budi Darma tentulah tidak telah mengibulinya. Continue reading “Buku Cetak Ulang, Lebih Menguntungkan”

PUNCAKNYA ABAD PENGECUT

Sabrank Suparno

Ada pergeseran metode (cara belajar) baru di jama’ah ma’iyah. Ini dapat kita tarik dari cara penyampaian Cak Nun pada forum pencerahan di berbagai tempat sebelumnya, baik Padhang Mbulan, BBW dan lain-lain. Kalau pada forum-forum sebelumnya Cak Nun dan beberapa pembicara yang hadir berpresentasi dengan dasar orientasi “kesimpulan,” tetapi sejak tertanda pengajian Padhang Mbulan tanggal 02 Nopember 2009 kemarin, pokok-pokok pembahasannya di dasarkan atas riset dari permasalahan para jama’ah. Continue reading “PUNCAKNYA ABAD PENGECUT”

Siapa Mau Jadi Orang Indonesia?

Hardi Hamzah*
http://www.lampungpost.com/

MERCY ce livre (terima kasih pada buku), good book is the great friend (buku yang baik adalah kawan setia). Dua istilah Prancis dan Inggris ini tidak dikenal dalam buku Jujur Saya Tidak Jujur karya Sudarmono yang diterbitkan Lampung Post, April lalu.

Tidak dikenal, bukan karena kita tidak pernah berterima kasih pada buku atau melihat buku sebagai barang biasa, tetapi yang terasa memang Sudarmmono dalam bukunya ini, jauh dari barat, jauh dari westernisasi. Continue reading “Siapa Mau Jadi Orang Indonesia?”

Diah Hadaning: Dewi Penumbuh Benih

Iwan Gunadi*
http://www.lampungpost.com/

Buku setebal 700 halaman yang memuat 700 puisi itu diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat siang, 7 Mei lalu. Jumlah puisi tersebut tentu berkaitan dengan 70 tahun usia penulisnya.

Penerbitan dan peluncuran buku itu tentu juga salah satu cara merayakan ulang tahunnya yang ke-70. Ulang tahunnya sendiri sudah berlalu beberapa hari sebelumnya. Tepatnya 4 Mei 2010. Jumlah 700 puisi itu membuktikan produktivitas yang luar biasa seorang Diah Hadaning. Continue reading “Diah Hadaning: Dewi Penumbuh Benih”

Bahasa »