
(Amir Hamzah di Tanjung Pura, Sumatera Utara, foto dari Tempo)
Kurniawan Continue reading “Puisi Amir Hamzah Bukan Sastra Sufi”

(Amir Hamzah di Tanjung Pura, Sumatera Utara, foto dari Tempo)
Kurniawan Continue reading “Puisi Amir Hamzah Bukan Sastra Sufi”
Ismi Wahid
tempointeraktif.com
Suatu kali Tiana kecil, cicit sastrawan besar Achdiat Karta Mihardja berbincang dengan kakek buyutnya. Gadis kecil berusia 13 tahun ini mendengar dengan seksama. “Kamu harus terus belajar. Tidak ada yang bisa membuatmu berhenti untuk belajar apapun,” kata Aki, panggilan akrab Achdiat, seperti disampaikan Dian Dahlan, cucu Aki. Continue reading “Kesan Orang Terdekat tentang Achdiat”
Sita Planasari A
http://www.tempointeraktif.com/
Perbincangan di Restoran Indus, Ubud, Senin siang lalu, berlangsung menarik. Pengunjung yang hadir dalam salah satu acara diskusi pada ajang Festival Ubud Writers 2006 tersebut membeludak dan didominasi pengunjung asal luar negeri.
Tema yang diusung memang merupakan salah satu masalah krusial yang tengah dihadapi dunia saat ini, yakni “Memahami Islam dalam Dunia Modern”. Para pembicara merupakan para penulis muslim dari berbagai negara. Continue reading “Potret Islam dalam Budaya Modern”
Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id
Tak ada yang pernah kuno dalam sebuah budaya. Satu lagi, serat warisan Nusantara, Centhini, telah mendampingi I La Galigo dalam pelayaran epos-epos abadi di dunia.
Serat yang aslinya bernama Suluk Tambangraras-Amongraga ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, ada dalam khasanah Sastra Jawa Klasik karya bersama dari Raden Sutrasna, Raden Ngabehi Yasadipura II, dan Raden Ngabehi Sastradipura. Continue reading “Lampion Sastra: Serat “Centini” dan Sastra Erotis”
Heru CN
http://www.tempointeraktif.com/
Ribuan orang berkubang dalam lumpur. Wajahnya mengekspresikan kemarahan. Sabit dan cangkul diacungkan ke udara. Di awan, dua malaikat membentang kain, mengartikulasikan kemarahan mereka. Karena tambang eksplorasimu, semua ini terjadi. Sejarah, budaya, kenangan & ekonomi kami hancur & lenyap. Bayar lunas tanah, rumah, semua warga Porong Sidoarjo yang tenggelam, dengan adil?, begitu tetulis pada kain yang dibentang dua malaikat itu. Continue reading “Tragedi Lapindo Dalam Lukisan”