Taufik Ikram Jamil, Gelar Kembara Sajak Tersebab Aku Melayu

Yurnaldi
oase.kompas.com

Sastrawan Taufik Ikram Jamil, akan membacakan sajak-sajak yang terhimpun dalam buku sajaknya yang terbaru tersebab aku melayu, di Bentara Budaya, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, hari Selasa (22/6/2010) malam. Ini merupakan tempat pertama yang dikunjunginya dalam kegiatan yang dinamakannya kembara sajak tersebab aku melayu. Beberapa tempat akan dikunjunginya di Sumatera dan Jawa dalam kegiatan serupa sampai Agustus mendatang. Continue reading “Taufik Ikram Jamil, Gelar Kembara Sajak Tersebab Aku Melayu”

Yang Mekar di Tengah Kungkungan Adat

Angela Dewi
http://www.ruangbaca.com/

Novelis India Selatan merajai dunia. Budaya berkisah dan kekangan hidup menyuburkan keahlian menulis.
Pada hari-hari tertentu dalam hidupnya, Anju kecil benci semua orang. Benci Bibi Nalini karena terus-menerus mengatakan pada Sudha dan dia tentang bagaimana seharusnya tingkah laku gadis baik-baik, yang pasti selalu bertentangan sama sekali dengan apa yang sedang mereka lakukan. Bibinya ?yang bertubuh gemuk dan tidak berpinggang serta rambut diikat jadi sanggul berminyak? itu selalu mengulangulang cerita tentang masa kanak- kanaknya. Continue reading “Yang Mekar di Tengah Kungkungan Adat”

Diah Hadaning Di Usia 70 Tahun, Luncurkan Antologi 700 Puisi

Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Dalam blantika perkembangan sastra Indonesia, semakin bermunculan nama-nama penyair wanita, termasuk produktifitas karyanya yang luar biasa. Salah satunya Diah Hadaning yang di usia 70 tahun, menerbitkan antologi 700 puisi dari lebih 1000 puisi yang dihasilkan selama 37 tahun. Diah Hadaning menulis puisi sejak 1973 ketika usia 33 tahun. Antologi bertajuk 700 Puisi Pilihan : Perempuan Yang Mencari, diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jumat 7 Mei 2010 dalam kaitan ulangtahun ke-70. Continue reading “Diah Hadaning Di Usia 70 Tahun, Luncurkan Antologi 700 Puisi”

Zawawi Imron: Tak Ada Alasan untuk Tidak Mencintai Indonesia

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Hingga tak terpikir lagi bagi kami untuk membayarnya, lalu kami tambah lagi dengan utang-utang baru. Barangkali utang itu sejenis iblis yang tidak boleh memasuki pintu rumah kami. Kalau utang itu telah menjadi bulu rambut dan bulu ketiak dan tak sempat kami lunasi….

Jakarta ? Petikan puisi bebas itu adalah salah satu puisi yang dibacakan penyair D Zawawi Imron selain sajaknya yang lain seperti ?Ibu? dan ?Zikir?, yang dia lantunkan sesuai orasi budaya di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (28/11). Continue reading “Zawawi Imron: Tak Ada Alasan untuk Tidak Mencintai Indonesia”

Putu Wijaya, Sejak Remaja Sudah Menggemari Sastra

Faidil Akbar
suarakarya-online.com

Putu Wijaya yang kita kenal sebagai sastrawan mempunyai nama yang cukup panjang, yaitu I Gusti Ngurah Putu Wijaya. Dari namanya itu dapat diketahui bahwa ia berasal dari Bali. Putu memang dilahirkan di Puri Anom, Tabanan, Bali pada tanggal 11 April 1944.

Pada masa remaja ia sudah menunjukkan kegemarannya pada dunia sastra. Saat masih duduk di sekolah menengah pertama di Bali, ia mulai menulis cerita pendek dan beberapa di antaranya dimuat di harian Suluh Indonesia, Bali. Continue reading “Putu Wijaya, Sejak Remaja Sudah Menggemari Sastra”

Bahasa ยป