Rumput Belukar Barack Obama

J. Sumardianta *
jawapos.co.id

”Bila engkau tidak bisa jadi pohon cemara di bukit, jadilah belukar yang indah di parit. Bila tidak bisa jadi belukar indah di parit, jadilah rumput yang membuat jalan-jalan semarak. Bukan kemasyhuran yang menentukan seseorang jadi pemenang, melainkan kewajaran.”

Aforisme Douglash Malloch itu sengaja dipilih untuk mengapresiasi masa lalu Barack Obama. Obama, cemara di puncak bukit itu, di masa mudanya tak ubahnya belukar parit dan rumput jalanan. Continue reading “Rumput Belukar Barack Obama”

Azisa Noor, Kiat Membumikan Komik

Musdalifah Fachri
jurnalnasional.com

DI tengah serbuan komik asing Azisa Noor (23) membawa ide segar, unik, namun sarat dengan nuansa lokal. Alur cerita diuraikan lewat karakter tokoh, tempat, bangunan, budaya serta kehidupan sosial ciri khas kota kelahirannya, Bandung.

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Arsitektur ini menilai, pengaruh komik Jepang (Manga) tidak boleh merongrong seluruh isi komik. Continue reading “Azisa Noor, Kiat Membumikan Komik”

Sutradara Iran Dilarang Hadiri Festival Film Berlin

Benny Benke
suaramerdeka.com

Pemerintah Iran melarang sutradara Jafar Panahi menghadiri Festival Film Berlin, di Berlin Jerman Selasa (16/02/2010). Padahal pada saat bersamaan sebuah film features drama, dan dokumenter produksi pekerja film Iran sedang di putar di salah satu festival film berwibawa itu.

Jafar Panahi, kelahiran 11 Juli, 1960 di Mianeh, Iran dikenal sebagai salah satu sutradara terdepan Iran dewasa ini. Namanya menginternasional, dan digadang bakal menjadi salah satu sutradara garda depan perfilm Iran lewat gerakan New Wave-nya. Continue reading “Sutradara Iran Dilarang Hadiri Festival Film Berlin”

Bahasa ยป