Mempromosikan Karya Penulis Indonesia

Rofiqi Hasan
http://www.tempointeraktif.com/

Dewa Syiwa dan Dewi Uma resah. Situasi jagat sedang diwarnai kekalutan, konflik, dan ketidakseimbangan. Dari Nirwana, akhirnya mereka mengutus tiga dewa, yakni Brahma, Wisnu, dan Iswara, untuk mengatasinya. Ketiganya lalu menjelma menjadi tiga tokoh yang populer dalam kesenian Bali, yakni Telek (wanita berparas cantik dengan pakaian serba putih), Barong, dan Topeng Merah. Continue reading “Mempromosikan Karya Penulis Indonesia”

Hans Jaladara: “Kejayaan Komik Indonesia Bisa Bangkit Kembali”

Herry Fitriadi
tempointeraktif.com

Komikus kawakan Indonesia Hans Jaladara menyatakan, masa-masa kejayaan komik Indonesia berlangsung sepanjang 1966 hingga 1970. “Pada waktu itu minat masyarakat begitu tinggi dalam membaca komik Indonesia,” kata Hans ketika ditemui di sela Festival Komik Indonesia di Pasar Festival, Kuningan, Jakarta, pada Selasa lalu. Continue reading “Hans Jaladara: “Kejayaan Komik Indonesia Bisa Bangkit Kembali””

Pada Lampu Merah Kita (Bisa) Belajar

A.S. Laksana *
jawapos.co.id

Di lampu lalu lintas yang menyertakan penanda waktu, Anda bisa belajar memahami sesuatu, yakni bahwa Anda bisa menunggu dengan perasaan lebih nyaman ketika waktunya pasti. Misalnya lampu merah menyala dan penanda waktu menunjukkan angka 120, maka Anda memiliki waktu kurang lebih 120 detik untuk menunggu angka itu turun menjadi nol. Pada saat nol itulah lampu hijau ganti menyala dan silakan Anda melanjutkan perjalanan. Selama menunggu angka menjadi nol, Anda bisa mulat-mulet di sadel kendaraan, melakukan peregangan otot seperlunya, minum air mineral barang seteguk, atau apa pun yang bisa Anda lakukan dalam rentang waktu tersebut. Continue reading “Pada Lampu Merah Kita (Bisa) Belajar”

Bahasa ยป