Melukis Bersama hingga Orasi Budaya

Menyambut Pergantian Tahun ala Seniman Jogja
A. Riyadi Amar
http://www.radarjogja.co.id/

Ada banyak cara yang dilakukan masyarakat Jogja untuk menyambut detik-detik pergantian tahun baru kemarin. Mulai menggelar doa bersama, pesta kembang api, hiburan musik hingga melukis bersama. Juga ada pertunjukan seni tradisional bernuasa modern seperti gamelan gaul, barongsay, jathilan dan kolaborasi keroncong karawitan serta orasi budaya. Continue reading “Melukis Bersama hingga Orasi Budaya”

1927, Tagore dan Pablo Neruda bertemu di Jawa

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=328

Puisi bertitel Kepada Tanah Jawa, bukti Rabindranath Tagore (7 Mei 1861 – 7 Agus 1941) pada tahun 1927, di usianya ke 66, selepas jauh mendapatkan Nobel Sastra 1913, dirinya berada di bencah tanah Jawa.

Halaman 357, tepatnya sub judul, Hubungan Kita dengan Rabindranath Tagore. Ki Hadjar Dewantara dalam bukunya, bagian II A: Kebudayaan (terbitan Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, 1967), berkata, bahwa pada tahun 1927, Sang Pujangga Rabindranath Tagore berkunjung ke perguruan Mataram Jogjakarya. Continue reading “1927, Tagore dan Pablo Neruda bertemu di Jawa”

Ekspresi Mbah Surip Ikut Merehabilitasi Gempa

Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Urip Achmad Rijanto alias Mbah Surip yang namanya melejit setelah melantunkan Tak Gendong, ternyata hobi melukis. Paling tidak bisa dibuktikan dengan karya cat minyaknya “Ka’abah” dan “Ekspresi”.

Kedua lukisan itu dibuat tahun 2007. Dua lukisan itu tersimpan di studio kediaman rekannya sesama seniman MGE SW Slamet Jenggot di bilangan Jatisampurna, Bekasi. Continue reading “Ekspresi Mbah Surip Ikut Merehabilitasi Gempa”

Bahasa ยป