Menyingkap Fajar Sejarah Nusantara

Bayu Dwi Mardana
http://www.sinarharapan.co.id/

?Terus terang proses peralihan masa prasejarah ke masa sejarah Nusantara belum banyak disoroti peneliti. Padahal bila diteliti lebih jauh, pada masa ini bisa terungkap bagaimana perjuangan nenek moyang kita untuk berhubungan dengan dunia luar,? ungkap Endang Sri Hardiati, Kepala Museum Nasional, prihatin. Padahal, persentuhan dengan dunia luar itulah menghasilkan era baru dalam sejarah Indonesia. Tentu ini tak bisa kita lupakan begitu saja. Continue reading “Menyingkap Fajar Sejarah Nusantara”

Dewan Sastra Nasional, Perlukah?

Maria Magdalena Bhoernomo
sinarharapan.co.id

Gagasan untuk mendirikan lembaga baru di bidang seni budaya, dengan label Dewan Sastra Nasional, sebenarnya bukan hal yang baru. Misalnya, pada tahun 1995 lalu, dalam acara Temu Penyair Nasional di Taman Budaya Solo, dalam perbincangan santai antarpenyair, gagasan tersebut pernah terlontar, tapi langsung disambut dengan gelak tawa. Continue reading “Dewan Sastra Nasional, Perlukah?”

Buku, Film, dan Selebrasi Dunia Baca

M Ali Hisyam
sinarharapan.co.id

Teenlit TV Series. Demikianlah tajuk acara baru kerja sama penerbit Gramedia dengan stasiun TV7. Paket semacam kasting dan penggalian bakat (talent search) ini digelar untuk menjaring calon pemain sinetron remaja yang bakal memerankan tokoh-tokoh dalam serial “Fairish”, sebuah sinema televisi yang diangkat dari novel remaja (teen literature) berjudul serupa karya penulis belia Esti Kinasih. Continue reading “Buku, Film, dan Selebrasi Dunia Baca”

Membaca “Realisme” Emha

Muhammad Al-Fayyadl
sinarharapan.co.id

Nama Emha Ainun Nadjib dalam jagat kepenulisan kita sudah tak asing lagi. Ratusan kolom dan belasan buku telah lahir dari tangannya, termasuk sejumlah besar feature yang ditulisnya untuk media massa. Namun, dari sekian banyak tulisannya, orang mungkin akan mencatat bahwa karya Emha di bidang penulisan cerpen jauh lebih sedikit dibanding puisi atau esai-esainya, meski tak kalah fenomenal. Cerpen-cerpen yang ditulisnya merentang dari tahun 1977 sampai 1982, masa-masa awal ketika Emha baru memulai kariernya sebagai penulis. Segenggam cerpen itu, yang kini telah terbit dalam antologi tunggal BH (2005), menunjukkan dengan jernih bagaimana Emha berevolusi menjadi penulis yang benar-benar matang dalam mengolah kata-kata. Continue reading “Membaca “Realisme” Emha”

“Perempuan” dalam Lingkaran Pertanyaan

Maroeli Simbolon *
sinarharapan.co.id

Apakah yang dirasakan seorang perempuan tua yang ditinggal pergi oleh ketiga anak kandungnya yang berseberangan dengan kekuasaan? Seberapa berat beban batin yang ditanggungnya seorang diri? Dan masih adakah keadilan di hari esok? Pertanyaan-pertanyaan sejenis inilah yang ingin disampaikan Aisah Bashar dalam pementasan monolog Perempuan di Teater Kecil, TIM, 17 Mei 2005. Continue reading ““Perempuan” dalam Lingkaran Pertanyaan”

Bahasa ยป