Wajah Lokal dalam Pulasan Kontemporer

Yudi Wijanarko
http://www.sinarharapan.co.id/

Rob atau luapan air laut yang mengejar ke daratan, bagi warga Kota Semarang atau kota pesisir lainnya, dianggap menjengkelkan. Bahkan banyak warga yang memaknainya sebagai bencana.

Akibat rob, misalnya, banyak kampung yang ?hilang? terendam. Pemilik kendaraan bermotor jengkel karena keropos menggerogoti kendaraannya. Pemilik rumah bahkan berlomba meninggikan lantai kediamannya. Pendeknya, rob itu musuh bersama! Continue reading “Wajah Lokal dalam Pulasan Kontemporer”

Bahasa Tegal dan Tradisi Tulis

Suriali Andi Kustomo
suaramerdeka.com

TIGA belas tahun yang lalu, saya memberi kata pengantar buku Roa, sebuah buku karya sastra terjemahan. Namun bukan buku terjemahan sastra asing ke bahasa Indonesia atau sebaliknya – dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, Perancis, Jepang, atau bahasa lain sebagaimana karya Pramoedya Ananta Toer, Ahmad Tohari, Mochtar Lubis, Goenawan Mohamad, dan sastrawan Indonesia lainnya. Continue reading “Bahasa Tegal dan Tradisi Tulis”

Mengupas Kearifan Lokal, Media, dan Wisata Sastra

TEMU SASTRA NUSANTARA IV
Slamet Rahardjo Rais
http://www.suarakarya-online.com/

Karya sastra tradisional, sebagai potensi budaya local mampu memberi kontribusi dalam membangun sastra Nasional. Dan sastra lokal yang merupakan “genius local” sebenarnya memiliki nilai-nilai universal. Karena itu dalam membangun sastra Nasional, sudah sepatutnya ada langkah usaha mengembangkan sastra lokal yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Continue reading “Mengupas Kearifan Lokal, Media, dan Wisata Sastra”

Gerson Gubertus Poyk Menulis Mengisi Kesepian

Susianna
suarakarya-online.com

Di usia 78 tahun Gerson Gubertus Poyk masih tetap menjalankan aktifitas rutin sebagai penulis yang digeluti lebih 55 tahun yang lalu. Di samping itu membaca buku terutama tentang teologi dan filsafat serta berkebun yang lokasinya sekitar 3 kilometer dari kediamannya Gang H Miun No.21 A, Cikumpa, Sukmajaya, Jl Raden Saleh, Depok, Jawa Barat. Dengan mengenjot sepeda, Gerson menuju kebun di tepi danau Cilodong, Depok. Gerson bekerja layaknya sebagai petani, yaitu mencangkul, menanam jagung, singkong, sayuran, membersihkan rumput dan sebagainya. Hasil tanaman itu dimasak dan sebagian dijual. Continue reading “Gerson Gubertus Poyk Menulis Mengisi Kesepian”

Bahasa ยป