Nurel Javissyarqi
“Di mana tanah airku di lembah sunyi
di mana airmata darah pernah tergenang
sejengkal petak sawah, kini ruang peradaban
idealisme sikap otak ‘membajak’ bagai tengkulak.
Di mana dewi sri-ku, duhai pertiwi legenda yang usang
di mana bulanku pernah berpesan pada dayang-dayang
betapa rentang kini langit dan bumi, entahlah
bila masih tanganku sanggup menggapai” (Fajar Alayubi). Continue reading “KEGAGALAN PKI MEMBACA ANGROK”
