Temu Sastrawan Indonesia 2 – Membangun Karakter Lokalitas

Rakhmat Giryadi
surabayapost.co.id

Sastra Indonesia dibangun dari sub kultur yang menyebar di seluruh Indonesia. Sastrawan lokal memiliki andil besar dalam khasanah sastra Indonesia.

Mencermati perkembangan kesusastraan Indonesia belakangan ini, kiranya jelas bahwa poros-poros kesusastraan Indonesia di berbagai daerah makin mengukuhkan keberadaannya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika kesusastraan Indonesia secara keseluruhan. Continue reading “Temu Sastrawan Indonesia 2 – Membangun Karakter Lokalitas”

Masjid Raya Al-Mashun, Kemegahan Raja Deli

Masjid ini dibangun saat Sultan Mamun al-Rasyid Perkasa Alamsyah IX berkuasa.

Roby Karokaro
http://www.jurnalnasional.com/

MASJID Raya Al-Mashun namanya. Terletak di Jalan Sisingamangaraja, Medan. Dibangun 21 Agustus 1906 dan dibuka untuk umum 10 September 1909 M, hingga saat ini masjid ini berdiri kokoh sebagai lambang kemegahan Kerajaan Sultan Deli pada masanya. Masjid ini dibangun saat Sultan Mamun al-Rasyid Perkasa Alamsyah IX berkuasa. Dengan anggaran sebesar satu juta gulden, seluruh biaya pembangunan masjid ini ditanggung sendiri oleh Sang Sultan. Continue reading “Masjid Raya Al-Mashun, Kemegahan Raja Deli”

Mudik Melampaui Fenomena Sosial

Ismatillah A. Nu’ad
http://www.jurnalnasional.com/

Sudah lazim dan menjadi tradisi masyarakat Islam di Indonesia, di hari-hari mendekati lebaran, masyarakat muslim melakukan mudik pulang ke kampung halaman masing-masing. Mudik ternyata bukan saja fenomena fisik, dimana banyak orang melakukan perjalanan pulang ke kampung.

Tradisi itu juga menyimbolkan fenomena “metafisik”, dalam arti sejauh-jauhnya orang melakukan pengembaraan, pada akhirnya akan kembali ke habitatnya sebagai manusia makhluk ciptaan Tuhan. Continue reading “Mudik Melampaui Fenomena Sosial”

Idul Fitri, Saling Memaafkan dan Kemajemukan

Said Aqiel Siradj*
http://www.jurnalnasional.com/

Bulan Ramadhan akan berlalu. Kini, saatnya kita merayakan Idul Fitri atau dalam tradisi kita disebut lebaran. Pada momentum ini kita tersadarkan bahwa kita kembali pada fitrah kita yang suci. Ini adalah pembuktian bahwa manusia selalu memiliki kecenderungan pada kebaikan dan kebenaran dengan fitrah awalnya yang bersifat alami. Dan kejahatan, kekerasan atau terorisme pada dasarnya bertentangan dengan fitrah manusia, karenanya tidak alami. Continue reading “Idul Fitri, Saling Memaafkan dan Kemajemukan”

Lompatan Besar Kesusastraan

2008 Ubud Writers & Readers Festival
Triyanto Triwikromo
http://suaramerdeka.com/

SEJAK 14 Oktober, 2008 Ubud Writers & Readers Pestival (UWRF) yang diselenggarakan di Ubud, Bali, dimulai. Tak kurang 120 pengarang dari 20 negara meramaikan acara sastra internasional.

Di antaranya Vikram Seth (penulis Two Lives dari India-Inggris), Camilla Gibb (pengarang Mouthing the Words dari Kanada), Preeta Samarasan (penulis Evening is the Whole Day), dan Andrea Hirata (penulis Laskar Pelangi dari Indonesia). Continue reading “Lompatan Besar Kesusastraan”

Bahasa ยป