Ideologi di Balik Identitas

GF Sasmita Aji
http://www.kr.co.id/

Identitas menjadi perlu tatkala seseorang berusaha melihat sejauh mana dirinya berbeda dari yang lain. Memang, ada sebagian orang merasakan bahwa perbedaan adalah pemicu konflik, namun tidak sedikit pula yang meyakini sebaliknya, yakni justru perbedaanlah yang membuat hidup manusia semakin sempurna dan indah. Di kasus kedua ini, harmonisasi kehidupan dipandang dari heterogenitas yang terjadi sehingga dengan demikian peranan setiap entitas menjadi penting dan tidak boleh dikesampingkan. Continue reading “Ideologi di Balik Identitas”

Sastra Setelah “Pendidikan Ulang”

Yos Rizal S
ruangbaca.com

Karya-karya terjemahan dari penulis generasi “pendidikan ulang” Mao hingga penulis mutakhir Cina kini gampang ditemukan di toko buku. Siapa saja mereka?

Sepotong biola itu berubah menjadi sebuah ancaman. Seorang kepala desa di kaki gunung Burung Hong dari Langit di kota Yong Jing, Cina, membolakbalik biola seperti tengah mencari bubuk heroin yang mungkin disembunyikan di alat musik itu. Ia juga mencurigai biola yang dibawa dua orang anak muda di depannya sebagai senjata. Continue reading “Sastra Setelah “Pendidikan Ulang””

Nurhayati, ?Penyelam? Sastra ?La Galigo?

Suriani
http://www.sinarharapan.co.id/

MAKASSAR – Nurhayati, perempuan yang lahir di tanah Bugis, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) 29 Desember 1958 silam, telah menghabiskan separuh hidupnya untuk ?menyelami? sastra Bugis La Galigo yang merupakan sastra terpanjang di dunia, melebihi karya sastra Mahabaratha di India dan karya sastra lainnya.

Tak heran jika ketekunan ibu satu anak ini membawanya meraih gelar doktor, yang merupakan gelar untuk perempuan pertama di Indonesia bahkan di dunia, yang mampu merangkum dan merunut karya sastra La Galigo dari kumpulan dokumen. Continue reading “Nurhayati, ?Penyelam? Sastra ?La Galigo?”

Kota, Waktu, Puisi

Goenawan Mohamad
kompas.com

Perlu ada imajinasi arsitektural yang hendak merayakan nostalgia sebagai kesadaran puitis tentang masa lalu yang intim. Dengan demikian, sebuah kota membutuhkan sebuah “sajak panjang” dan tak hanya harus didirikan dengan ketidaksabaran.

Agaknya ada hubungan yang tersembunyi antara kesusastraan Indonesia, kota, dan sejarah. Hubungan itu tidak lazim dibicarakan, namun sebenarnya bukan sesuatu yang luar biasa jika kita ingat akan Revolusi Agustus, ketika dari Jakarta “Indonesia” dimaklumkan, dan sebuah negara-bangsa berangkat dari pertengahan abad ke-20. Continue reading “Kota, Waktu, Puisi”

Bahasa ยป