Suara Hening Aktivis Buku di Karnaval Politik yang Riuh

Muhidin M Dahlan *
jawapos.com

PARA analis menyebut, demokrasi kita masih mengidap cacat ketika cara dan tujuan berselimpang akibat warisan kebudayaan dan kekuasaan otokratik yang ditanam kuat dalam rentang waktu yang panjang.

Tapi saya lebih bersepakat dengan Kishore Mahbubani, dekan Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, yang mengatakan demokrasi Indonesia adalah keajaiban; lebih mengesankan dibandingkan Amerika Serikat. Continue reading “Suara Hening Aktivis Buku di Karnaval Politik yang Riuh”

Cerpen Koran Digugat?

I Nyoman Tingkat
http://www.balipost.co.id/

Keberhasilan Kompas mentradisikan pembukuan cerita pendek (cerpen) selama satu dekade sejak 1992 telah mempengaruhi sejumlah koran lain untuk berpartisipasi. Bali Post pada Agustus 2002 menerbitkan kumpulan cerpen “Obituari bagi yang tak Mati”, Republika pada Agustus 2002 menerbitkan “Pembisik”. Ketiga media ini mempunyai cara berbeda dalam membukukan cerpen. Continue reading “Cerpen Koran Digugat?”

“Tolong, Jangan Jadikan Aku Kering Meranggas!”

Tanggapan buat Saut Situmorang

Pandu Abdurahman Hamzah*
http://www2.kompas.com/

SEPERTINYA wajar-wajar saja apabila dalam mengemukakan suatu penilaian, orang cenderung bersikap adonis; narsis; gemar menabik dada sendiri, seraya membabi buta dalam mengungkapkan ketidakberesan-ketidakberesan di “pihak” lain. Kalau tidak manusiawi, mana mungkin peradaban kita menelorkan pepatah: semut di seberang laut tampak jelas, gajah di depan hidung tiada terlihat? Continue reading ““Tolong, Jangan Jadikan Aku Kering Meranggas!””

Bahasa ยป