Manipulasi Teori dalam Fiksi

Hudan Hidayat

kebutuhan sastra akan struktur, yang meletakkan diri pada grama dalam bahasa, seolah padanan anggota tubuh yang rindu akan rohnya, yang memancar dengan tenaga mekanik, dalam fungsi tiap serat anggota tubuh. Atau, bisa dibalik: roh yang hendak bereksistensi, meruang dalam tubuh.

Badan bahasa, yang disebut Saussure sebagai penanda, itulah anggota tubuh dalam badan manusia. Sedang ruh manusia adalah makna yang terpancar oleh badan bahasa, ke dalam dunia yang ditandai. Continue reading “Manipulasi Teori dalam Fiksi”

Q & A Lebih Asyik Dibanding Slumdog Milionaire

Damhuri Muhammad*
http://www.jawapos.com/

Slumdog Millionaire, film drama dari Britania Raya dinobatkan sebagai peraih Oscar 2009 untuk kategori film terbaik (22/2). Tak tanggung-tanggung, garapan sutradara Inggris, Danny Boyle, itu menyabet delapan penghargaan Academy Awards –termasuk kategori sinematografi terbaik. Puja-puji dan decak kagum berdatangan. Di www.facebook.com –situs jaringan pertemanan paling mentereng saat ini– puluhan grup diskusi bermunculan. Continue reading “Q & A Lebih Asyik Dibanding Slumdog Milionaire”

Kritik Sastra -Menjawab Saut Situmorang

Hudan Hidayat

majelis yang terhormat, izinkan saya menurunkan tulisan ini tanpa diedit lagi, sebagai cermin dari selang seling kehidupan itu sendiri: kadang benar dan kadang salah. sebagaimana tercermin dengan kuat di dalam spirit tulisan ini. perkenankan pula saya meminta pengertiannya, terhadap mereka yang bergerak di ranah akademik, kalau bahasa dan pemikiran di dalam tulisan ini sudah berjungkir sedemikian rupa. ini pun untuk menunjukkan bahwa hidup tidak sempurna, dan berjungkir pula di antar selang seling fiksi dan fakta. Continue reading “Kritik Sastra -Menjawab Saut Situmorang”

Jika Proklamasi 72 Memilih?

Hamidah, Iswadi Pratama
http://epapaer.korantempo.com/

Lelaki asal Slovenia itu duduk di antara penonton Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Ia menyimak dengan tekun karyanya, What About Leonardo?, yang dipentaskan Teater Koma. Naskah itu sudah dipentaskan di 12 negara. Kini naskahnya dipentaskan di sebuah negara yang tak pernah terbayangkan dalam benaknya. Continue reading “Jika Proklamasi 72 Memilih?”

Sebuah Panggung Bernama Khatulistiwa

Ign. Haryanto, Arief Kuswardono, Wahyu Dhyatmika
http://majalah.tempointeraktif.com/

SUATU Minggu sore di Plaza Senayan. Sebuah panggung terbuka dengan latar belakang pekat. Sebuah layar televisi megah. Sementara itu, dua buah kamera menyorot orang lalu-lalang serta sejumlah orang berjas berbincang-bincang di tengah arena atrium itu. Para pengunjung yang kebetulan lewat menyempatkan diri menengok ke arena keramaian tersebut, sebelum kembali melenggang menyusuri deretan pertokoan mewah itu. Continue reading “Sebuah Panggung Bernama Khatulistiwa”

Bahasa ยป