Beda tapi Santun

D. Zawawi Imron *
jawapos.com

Rabu, 4 Februari 2009, aula Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok, dipenuhi peminat sastra. Bahkan ada hadirin yang rela berdiri. Acaranya, peluncuran buku berjudul Menggapai Impian karangan Nyai Masriyah Amva dari Cirebon. Penulis wanita ini belajar menulis ketika berumur 46 tahun. Tema yang ditulis merupakan pengalaman pribadi, dengan rasa yang dalam, maka tulisan itu menjadi menarik. Ia menulis apa adanya tanpa berupaya untuk memerindah bahasanya. Continue reading “Beda tapi Santun”

Ironi Sastra Bugis yang Terkikis

Eduardus Karel Dewanto
http://www.korantempo.com/

Kitab La Galigo memiliki panjang sekitar 300 ribu baris. Dua kali lebih panjang dibanding Kitab Mahabharata dan Ramayana dari India.

Singapura — Layar putih panggung perlahan menggulung naik, satu-satu orang berbusana tradisional Bugis berjalan seirama kesunyian memasuki pentas. Mereka mengusung beragam perkakas sehari-hari. Disusul dua orang berbalut kain biru sepanjang enam meter merayap melintas di bibir bagian depan panggung. Selama 15 menit prolog lakon sastra epik besar I La Galigo itu penuh kesenyapan. Continue reading “Ironi Sastra Bugis yang Terkikis”

Suara Marginal Burung Merak

Indra Darmawan
http://www.korantempo.com/

Rendra konsisten menyuarakan perlawanan terhadap penindasan dan ketidakadilan.

JAKARTA — Suaranya menggeletar liris. “Dengan sajak ini, bolehkah aku menyusut keringat dingin dari jidatmu?” katanya. Sejurus kemudian, tangannya menangkup wajah bulat yang menyelingi geraian rambutnya yang sebahu. Pria berkaus merah dilapis kemeja krem lengan pendek Eiger itu tak lagi bisa sembunyikan tangisan dari dasar hati. Continue reading “Suara Marginal Burung Merak”

Bahasa ยป