BELAJAR MENULIS DARI ISBEDY STIAWAN ZS

Sutejo
Ponorogo Pos

Nama penyair Lampung ini tampaknya tidak seakrab nama sastrawan kita macam Taufik Ismail, Sapardi Djoko Damono, WS Rendra, Hamid Jabbar, Sutardji Calzoum Bahri, Wiji Thukul, dan lain sebagainya. Meskipun begitu dalam Isbedy adalah sastrawan yang tidak perlu lagi dipertanyakan komitmen dan eksistensinya dalam dunia kepenyairan (belakangan juga memasuki dunia cerpenis). Ada beberapa hal menarik dari pengakuannya. Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI ISBEDY STIAWAN ZS”

PENYAIR FAUZI ABSAL; Berharap dari Honor Puisi Saja, Berat

Haryadi
http://www.kr.co.id/

BERTAHAN hidup dengan menggenggam erat ideologi kepenyairan secara psikologis memang menghadirkan satu kepuasan tersendiri. Berkarya menciptakan puisi kemudian menawarkan kepada masyarakat melalui beberapa cara, pada saat-saat tertentu seakan-akan mengantar pada seseorang berdiri di sebuah menara menjulang. Tetapi jika bicara soal kontraprestasi material dari hasil mencipta puisi, bukan tidak mungkin seorang penyair akan ngelus dada. Continue reading “PENYAIR FAUZI ABSAL; Berharap dari Honor Puisi Saja, Berat”

Mereka Bilang Saya Monyet

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Pada dekade ini setidaknya ada tiga buah buku sastra memakai judul primata yang mirip kita itu. Maklumlah masih satu keluarga hominoid. Buku-buku itu adalah “Mereka Bilang, Saya Monyet” karya pengarang Djenar Maesa Ayu, yang mengalami cetak ulang berkali-kali, “Kera di Kepala” karya sastrawan eksil yang gaek, Soeprijadi Tomodihardjo, serta “Sepasang Kera yang Berjalan dari Pura ke Pura” karya saya. Continue reading “Mereka Bilang Saya Monyet”

Seni dan UU Pornografi

Beni Setia
suarakarya-online.com

LIRIK lagu Julia Perez, “Belah Duren”, mensugestikan dunia kamar saat bulan madu pengantin baru, tapi yang dilakukan sepasang muhrim di ruang tertutup itu ada di area abu-abu. Antara mereka membelah duren dan memakannya, dan membesarkan retak duren lain yang tidak pernah matang dan membusuk. Dengan tehnik bernyanyi sugestif yang sadar, gesture tubuh saat menyanyi dan kondisioning musiknya kita bisa menangkap duren mana yang dimaksud lagu itu. Lirik tidak lagi netral. Continue reading “Seni dan UU Pornografi”

Pancasila bukan Pencak Silat

Aridus
balipost.co.id

DI Jakarta, 1 Juni , 62 tahun silam, Ir. Soekarno menyampaikan uraiannya tentang Dasar Negara di depan anggota Dokuritsu Junbi Choosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI). Kala itu, Fat Boy dan Little Boy — julukan dua bom atom Amerika Serikat (AS) — belum memporakporandakan dua kota industri Jepang, Nagasaki dan Hiroshima. Sedangkan bala tentara Dai Nippon yang terkenal kejamnya, masih menduduki sebagian besar wilayah Indonesia. Continue reading “Pancasila bukan Pencak Silat”

Bahasa ยป