5 WTS Gagal Baca Sajak di TIM, Komentar H.B. Jassin dan Abdul Hadi W.M.

Jakarta (Suara Karya), 23 Juli 1984

Lima orang WTS (Wanita Tuna Susila) dari berbagai lokalisasi di Jakarta yang disiapkan untuk membacakan sajak karya F. Rahardi berjudul “Soempah WTS” di Teater Tertutup TIM Senin malam lalu, terpaksa batal membaca sajak itu. Hal ini disebabkan adanya larangan secara tertulis dari Ketua Dewan Pekerja Harian Dewan Kesenian Jakarta, Toety Heraty Noerhadi, yang mendadak disampaikan kepada F. Rahardi pada Sabtu malam lalu. Continue reading “5 WTS Gagal Baca Sajak di TIM, Komentar H.B. Jassin dan Abdul Hadi W.M.”

PERIHAL ANTOLOGI PUISI YANG DIKANON-KANONISASIKAN ITU

Sunlie Thomas Alexander

TERKAPAR sekitar tiga jam, badan masih penat–tapi ada kerjaan-kerjaan yang mesti dilanjutkan.

Namun okelah, aku akan coba menulis sesuatu perihal Antologi Puisi 100/Lebih Penyair (disebut-sebut pula “penyair modern”) yang bikin kisruh itu. Yang kini nampaknya sudah sepanas knalpot angkot tua setelah mutar-mutar tidak tentu arah. Kendati “ribut-ribut” kali ini tentunya jauh lebih bermutu dan bermartabat ketimbang sinetron maki-makian dan blokiran beberapa hari lalu–lantaran kita bicara soal kelayakan seorang penyair dari sisi teks maupun persoalan moril. Continue reading “PERIHAL ANTOLOGI PUISI YANG DIKANON-KANONISASIKAN ITU”

Bahasa »