Membaca W.S. Rendra dari Bedah Bukunya M. Muhibbuddin

Jo Batara Surya *

Sewaktu mengikuti acara bedah buku karya penulis Muhammad Muhibbuddin dari Jogjakarta. Rasanya, saya menemukan ruang-ruang lama di Mainteater Bandung, Jl. Cirateun Peuntas No.32, Wangunsari, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang menjelma di Sanggar Pasir, beralamat di Jalan Bangsalsari, Banyuurip, Mulyasari, Ujungpangkah, Gresik, tempat kegiatan tersebut dilangsungkan. Continue reading “Membaca W.S. Rendra dari Bedah Bukunya M. Muhibbuddin”

Eksistensialisme Kepenyairan W.S. Rendra (Willibrordus S. Rendra)

(Catatan HUT WS. Rendra, 7 November)
Muhammad Muhibbuddin *

“Mana itu seniman Islam? Islam ‘kan tak punya Beethoven, tak punya Mozart, Picasso?’, begitulah ledekan Rendra terhadap seniman Muslim, Syu’bah Asa, sekitar 1970-an. Mendengar ledekan penyair Si Burung Merak itu, Syu’bah Asa, yang saat itu menjadi mahasiswa IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, hanya diam saja. Selama bergaul dengan Syu’bah, Rendra mengaku sendiri sering meledek, mencandai dan mem-bully seniman Muslim itu, namun orang yang di-bully itu nampak tidak merespon; cuek; tidak menunjukkan reaksi apa-apa. Sikap Syu’bah yang pasif dan cuek itulah yang membuat Rendra justru penasaran. Continue reading “Eksistensialisme Kepenyairan W.S. Rendra (Willibrordus S. Rendra)”

Bahasa »