: Teater Sembodo dan Teater Akeq
Rakai Lukman
Jumat (01/11/2019) selepas ashar meluncur lokasi diadakannya Diklat Teater. Sebelum sampai mampir dulu di Sanggar Pasir di Banyurip Ujung Pangkah. Continue reading “Diklat Teater di Kaki Bukit Larangan”
: Teater Sembodo dan Teater Akeq
Rakai Lukman
Jumat (01/11/2019) selepas ashar meluncur lokasi diadakannya Diklat Teater. Sebelum sampai mampir dulu di Sanggar Pasir di Banyurip Ujung Pangkah. Continue reading “Diklat Teater di Kaki Bukit Larangan”
Red: Agung Sasongko
Desy Susilawati
Ibnu Tufail banyak mengangkat karakter yang sebelumnya sempat diangkat Ibnu Sina. Buku lainnya yang ditulis Ibnu Tufail adalah Philosophus Autodidactus. Karya besarnya dalam bidang filsafat tersebut merupakan respons Ibnu Tufail terhadap ketidaklogisan filosofi Al-Ghazali yang bertajuk The Incoherence of the Philosophers. Continue reading “Novel Hayy ibn Yaqdhan Karya Ibnu Tufail Guncang Sastra Dunia Barat”
F. Rahardi *
Kompas, 2 Nov 2013
Dalam Pasal 35 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan tertulis: ”(1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam penulisan karya ilmiah dan publikasi karya ilmiah di Indonesia; (2) Penulisan dan publikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk tujuan atau bidang kajian khusus dapat menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing.” Teks Pasal 35 UU ini secara jelas menunjukkan bahwa ada bentuk tulisan berupa karya ilmiah. Karya tulis populer selama ini dianggap sebagai antonim dari bentuk tulisan karya ilmiah. Continue reading “Karya Ilmiah”
“Aku akan segera bergabung dengan masa silam alias akan dipanggil oleh Tuhan”, kata seorang kiai di suatu sore kepada santri-santrinya. “Aku akan segera berlalu, masaku akan segera dikuburkan. Kamu sekalian para santri sekarang mulai menapaki masa peralihan dan anak-anakmu akan menjadi penghuni jaman baru yang dahsyat dan mengagumkan sesudah orde yang sekarang”. Continue reading “NASEHAT SANG KIAI KEPADA SANTRI-SANTRINYA”
Proses Kreatif F. Rahardi dalam Menulis Cerpen
Saat seseorang sadar sepenuhnya, sebaiknya ia menulis artikel atau surat cinta. Puisi, cerita pendek, dan novel yang baik, ditulis antara sadar dan tidak sadar. Kalau tak sadar 100% (pingsan, koma, mabuk, atau kesurupan) tidak mungkin bisa menulis. Continue reading “ANTARA SADAR DAN TIDAK SADAR”