NARASI IBLIS


Yanuar Widodo

Setelah kedua bukunya yang gemilang “Dan Badut Pun Pasti Berlalu” (2016) dan “Serat Kiai Sutara” (2017), Taufiq Wr. Hidayat kembali melahirkan buku terbarunya “Kitab Iblis” (2018). Buku “Kitab Iblis” ini lebih menarik, karena membicarakan iblis. Dalam buku ini, iblis memiliki sejumlah tafsir yang unik, misterius, dan merupakan kemungkinan yang ternyata (boleh jadi) tidak kita sadari selama ini. Ciri khas yang tak lepas dari sosok Taufiq adalah kecerdikannya melihat dan memikirkan pelbagai hal dari banyak sudut pandang. Di samping itu, ketua Lesbumi NU Banyuwangi ini, memiliki penguasaan yang luas perihal agama yang digali dari khazanah pesantren tradisional. Hal itu dipadukannya dengan cara pandang filsafat dan ilmu-ilmu sosial. Uniknya, Taufiq menggunakan gaya tutur yang “nyastra”. Ia mumpuni mengolah banyak unsur yang tampak sulit untuk diperpadukan. Kepiawaiannya menghasilkan tulisan-tulisan pendek yang utuh, renyah, indah, kritis, dan akan membuat siapa saja yang bahkan bukan kutu buku senang membacanya. Tulisan Taufiq kaya sudut pandang, menandakan wawasannya yang luas.

Dalam buku terbarunya ini, Taufiq memandang dan membicarakan pelbagai terminologi agama yang selama ini hanya dipahami atau diterima secara mapan. Ia mengupas istilah-istilah agama yang seringkali disalahgunakan untuk kepentingan politik, baik politik kekuasaan, ekonomi, maupun kepentingan praktis elit-elit agama. Penguasaan Taufiq terhadap kaidah-kaidah bahasa, membuat setiap pembahasannya unik, memunculkan kemungkinan tafsir yang tak terpikirkan sebelumnya. Tema yang sebenarnya rumit, di tangan Taufiq menjadi mudah dipahami. Dan yang tak kalah pentingnya, tulisannya pun jenaka, kadang kocak, dan tak sekadar beretorika. Anda dapat melihat agama sebagai sesuatu yang mudah dan membebaskan, juga memilah mana ajaran sejati agama dan mana yang telah direkayasa guna membodohkan atau dijadikan komoditas praktis. Buku ini bagai mata air di tengah kehidupan beragama yang sering dibalut kemunafikan, pendangkalan, dan dimanfaatkan menjadi kepentingan politik. Agama dalam buku ini bukan lawan terhadap perubahan. Agama tidak harus kalah, agama juga tidak harus menang. Karena agama itu suci. Dan letak kesucian agama adalah kemampuan kita mendalami ajaran sejati agama itu sendiri, juga memakainya sebagai jalan hidup, memosisikan agama sebagai pencerahan di antara laju perubahan kehidupan, bukan menghadang perubaham yang adalah fitrah kehidupan. Agama bukan untuk menimbulkan kerusakan, benturan, mempertajam perbedaan, bukan pertentangan, bukan alat kebencian. Tapi iman dan agama adalah ruh kedamaian, cinta-kasih, bahkan mengolah kebebasan sebagai ikhtiar guna mensyukuri kehidupan.
***

Judul Buku : KITAB IBLIS
Penulis : Taufiq Wr. Hidayat
Cetakan : I, 1 Desember 2018, oleh Pusat Studi Budaya Banyuwangi, Jaringan Gusdurian Banyuwangi dan Rumah Kopi Nongko Sesigar Banyuwangi, Tahun : 2018.
14 x 21 cm (viii + 288 hal)
Katalog Dalam Terbitan (KDT)
ISBN : 9-7860-25-3521-0-2
Idrus Efendi (pemeriksa aksara), Tsani Fanie (desain sampul), Yanuar Widodo (penata letak).
Dapatkan bukunya! Hubungi No.WA: 0823-3476-5267 (Yanuar Widodo). Atau akun Facebook Yanuar Widodo, Fiq, Sinar Lintang, dan Idrus Efendi.
Harga Ganti Ongkos Cetak: Rp.100.000,- (sudah termasuk ongkos kirim ke seluruh Indonesia).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *