Idealisme

Muh Sjaiful
kendaripos.co.id

Setindak demi setindak, langkah laki-laki itu mengayun memasuki ruang Kantor Komisaris Polisi yang sesungguhnya sudah lama menunggunya. Sudah dua pekan ia menjadi buronan polisi. Selama dua pekan itu pula, media pers menenggerkan namanya sebagai head line, berita utama. Selama diberitakan sebagai buron polisi, ia tiba-tiba terkenal bak gumintang, menenggelamkan perkabaran infotainment dari kisah-kisah kacangan yang meski itu sekedar perkabaran kentutnya para selebritis. Continue reading “Idealisme”

RUANG TUNGGU

Abdullah Khusairi
kendaripos.co.id

Selangkah lagi cita-citaku untuk melanjutkan kuliah S-2 tercapai. Beasiswa dari Laiden itu jawaban pasti dari gelora di dada selama ini. Semua seperti sudah di depan mata. Tak lagi aku perlu berangan-angan dari waktu ke waktu seperti Pungguk yang terus merindukan bulan.

??Mak, aku dapat beasiswa kuliah S-2 dan mungkin juga S-3 di Belanda.?? Aku kirim pesan pendek ke handphone adikku, Rai, di Sawahlunto. Aku yakin akan disampaikannya kepada emak. Continue reading “RUANG TUNGGU”

Senandung teresa Teng

M. Dawam Rahardjo
kendaripos.co.id

Hari sudah larut malam. Rembulan nampak mengapung di langit di malam yang sudah sunyi itu, sehingga bunyi musik itu terdengar cukup nyaring dari rumah sebelah yang dihuni anak saya, Heri. Bunyi musik itu jelas menyenandungkan suara Teresa Teng, penyayi China asal Hongkong yang terkenal. Teresa Teng, meninggal di Bangkok dalam usia yang masih cukup muda pada masa kejayaannya. Lagu yang berulang diputar dari kaset itu adalah Sushata yang menceriterakan dua anak muda yang telah berpisah dari berpacaran. Continue reading “Senandung teresa Teng”

Ara

Wa Ode Wulan Ratna
kendaripos.co.id

Hampir selama tiga tahun, semua perempuan cantik yang ia lihat di televisi adalah Ara. Sebelumnya, masa-masa sebelum bertemu gadis itu adalah saat-saat tersulitnya. Ia pulang ke Kendari tanpa pernah menyelesaikan akhir kuliahnya saat orang tuanya tewas dalam kecelakaan mobil dan menyisakan dokumen-dokumen warisan kepada pengacaranya. Harta peninggalan keluarganya pun jatuh ke tangannya. Sebuah rumah besar di Kemaraya dan perkebunan cokelat di Puwatu. Continue reading “Ara”

Cik Mai dan Klimin

TE. Priyono
http://www.kr.co.id/

SETIAP melihat wajah Klimin, Cik Mai selalu membuang muka. Ada rasa jijik campur muak, begitu melihat muka Klimin yang bopeng. Ingin rasanya dia sedapat mungkin menghindar jauh dari laki-laki bertubuh pendek dekil itu. Tapi apa boleh buat, Klimin telah begitu menyatu dengan keluarganya. Laki-laki menjijikkan itu, telah puluhan tahun menjadi bagian dari keluarga besarnya. Continue reading “Cik Mai dan Klimin”

Bahasa ยป