Dua Lelaki Tua

I Wayan Suardika
http://www.balipost.co.id/

Pagi ialah kenyataan yang selalu berulang; matahari pagi dengan cahaya yang menyehatkan, atau kalau tidak ia mungkin murung dengan rinai gerimis yang memberi rasa gigil atau kuyup. Selalu begitu, sebagaimana juga dua lelaki tua itu begitu setia mengikuti irama siklus pagi. Mereka selalu hadir berdua ketika pagi tiba, menyusur trotoar kota Jalan Veteran menuju Taman Puputan. Continue reading “Dua Lelaki Tua”

Cerita Menyentuh dari Nenekku

Raudal Tanjung Banua
korantempo.com

DALAM rangkaian cerita kecil yang kusampaikan dengan cara mencicil, baru sekarang nenek kusebut. Ini mungkin tidak lazim. Biasanya, neneklah rujukan cerita banyak orang, terlebih menyangkut keselamatan dunia-akhirat. Tapi bukan salah nenek berkisah kalau ceritaku terdahulu merujuk ibu dan ayah, wabah, bahkan pohon dan belukar masa kecilku. Lalu kusiapkan cerita campur-aduk dari pamanku dan cerita kecil dunia anakku. Aih, ternyata dunia semata pijakanku! Alangkah picik. Tapi tidak. Sebab tak kutahu setinggi ini haruku pada nenek, sehingga ceritanya mesti kutempatkan setelah yang lain-lain lewat, setelah benda-benda simbol dunia hilang sempat. Tinggal rida. Rida semata mengenangnya?. Continue reading “Cerita Menyentuh dari Nenekku”

Tio na Tonggi

Hasan Al Banna
http://www.korantempo.com/

LEGENDA Pitta Bargot Nauli! Bagaimana bisa Tio merontokkan sepahatan cerita itu dari dinding benaknya? Bayangkan, tak terbilang jumlah malam yang dihabiskan Tio untuk tekun menyimak Bapaknya bercerita. Sebelum berakhir, jangan harap Tio hanyut ke sungai lelap, lalu tenggelam ke kedalaman dekap Bapaknya. Continue reading “Tio na Tonggi”

Disudut Kamar

Elnisya Mahendra
http://sastra-bojonegoro.blogspot.com/

Kusibak tirai jendela kamarku, summer membuat pagi ini begitu cerah. Jam 5 pagi sudah padang njingglang istilah jawa-nya, atau bisa diartikan sudah terang benderang. Setelah gosok gigi lalu sholat subuh, pekerjaan rutin telah menunggu untuk kusentuh. Kuawali dengan membersihkan toilet, sebelum nyonya Cheung bangun. Memang toilet harus bersih dan wangi, itu aturan kerjaku sejak pertama kali kuinjakkan kakiku 3 tahun yang lalu di rumah berukuran 75O meter persegi milik nyonya Freda Cheung bersama suaminya Herman Lee. Continue reading “Disudut Kamar”

Seperti Natnitnole

Benny Arnas
suaramerdeka.com

PESAWAT itu tinggal landas. Menyusur langit yang membentang biru keputihan. Ah, adakah yang peduli dengan apa yang mengeriap dalam diriku? Memang, hidup ini bukan tentang peduli-memeduli. Bukan juga tentang rasa yang makin dibunuh makin menyuluh. Aku tak akan menyeret Yusuf dalam khidmatnya perasaan ini karena laki-laki itu memang tak tampan. Muhammad? O, aku tak mau kualat membawa-bawa suami Khadijah itu; ia hanya lelaki -yang sangat- biasa. Continue reading “Seperti Natnitnole”

Bahasa ยป