Menunggu Kawan

Imam Wahyudi
http://www.lampungpost.com/

AKU sedang menunggu kawan, sementara itu hujan turun dengan lebatnya. Air bagai dimuntahkan dari langit. Jatuh ke bumi, menerpa atap-atap seng dan benda-benda lainnya, menimbulkan suara gemeretak yang memekakan telinga. Sesekali angin berkesiut kencang, menerbangkan sampah-sampah ringan dan ranting-ranting kering. Banyak pula pepohonan, papan reklame, dan tiang-tiang kecil berjatuhan, tersapu gemulai sang angin. Continue reading “Menunggu Kawan”

Robohnya Surau Kami, Cerpen Favorit Saya

Limantina Sihaloho *
http://sosbud.kompasiana.com/

Saya membaca Robohnya Surau Kami sekitar 6 tahun yang lalu di Perpustakaan Joseph Regenstein, Chicago. Senang betul menemukan buku-buku dalam bahasa Indonesia di sana; konon ini perpustakaan paling besar di Chicago.

Sastra memikat jiwa banyak manusia, termasuk saya ini; salah satu tempat belajar untuk menilai: ?manusia macam apakah awak ini?? Continue reading “Robohnya Surau Kami, Cerpen Favorit Saya”

Aku Akan Pulang

Nurdiyana Munir
http://www.suarakarya-online.com/

Langit masih berwarna jingga ketika aku duduk di sebuah bangku taman. Beragam pepohonan yang ada malah menimbulkan suara berisik ketika ditiup angin senja. Berisik, bukan saja karena ramainya suara gesekan daun yang diterpa angin, tetapi juga deru kendaraan bermotor yang lalu lang memasuki pintu taman.

Hm, ya, ada juga suara cekikikan dan celotehan anak-anak muda yang bergerombol berebutan tempat duduk yang masih kosong. Continue reading “Aku Akan Pulang”

Senja Di Kimberley Road

Elnisya Mahendra
http://sastra-bojonegoro.blogspot.com/

Kumatikan pesawat televisi, tak ada berita yang menarik, apalagi siaran berbahasa kantonis yang sama sekali tak kumengerti artinya. Aku memang hanya ingin tahu ramalan cuaca hari ini, sepertinya lebih dingin dari hari kemarin. Dan kudapati 13-16 derajat untuk hari ini. Sudah cukup membuatku membekukan seluruh tubuhku. Apalagi aku ada bakat alergi dingin, seluruh tubuh terasa gatal jika suhu dibawah 2O derajat. Untung saja aku tidak dilahirkan dinegara yang mempunyai 4 musim. Continue reading “Senja Di Kimberley Road”

Bahasa ยป