Rendez-Vous

Dina Oktaviani
entertainmen.suaramerdeka.com

DIA sudah tidak tahan lagi. Beratnya sudah turun sebanyak dua belas kilo selama sepuluh bulan ini. Tapi dia masih harus menahan diri sampai pertemuan itu tiba. Baru pukul empat. Terdengar suara motor berhenti di depan rumahnya. Dia berdebar-debar. Tapi lalu terdengar suara pintu pagar digeser; pintu pagar milik tetangga rumahnya tidak berpagar, dan dia harus kembali bekerja. Continue reading “Rendez-Vous”

Perjumpaan Singkat di Desa

M.D. Atmaja

Sepulang kerja, Dhimas Gathuk telah menemui Kangmas-nya yang sering berpetualang tidak jelas arah. Saudara tua yang sangat jarang sekali dapat dia temui walau mereka berada di satu rumah. Ini karena Kangmas Gothak lebih sering menjelajah kehidupan dan menemukan pemahaman ketimbang duduk manis di tempat enak dan menikmati dunia. Kangmas Gothak telah menjadi pengembara semenjak mereka masih kecil, semenjak kedua orang tuanya masih ada. Diketika dia menjadi Bapak, Ibu, dan juga seorang Kakang, Kangmas Gothak menyembunyikan hasrat untuk berjelajah. Dia merawat adiknya, sampai dirasa cukup mampu mengurus diri lalu pergi. Continue reading “Perjumpaan Singkat di Desa”

Ketika Aku Menjadi Orang Papua

Gerson Poyk
http://www.suarakarya-online.com/

Kapal putih itu membawa seratus tahanan politik menyusuri sungai menuju hulu yang jauhnya 60 km dari muara. Karena sungai dalam dan arusnya lemah maka pelayaran tidak memakan waktu lama. Di antara seratus tapol itu, aku yang paling nekat. Melompat dari kapal di malam buta, menyelam beberapa lama dan selama menyelam terasa ada tembakan bertubi-tubi. Untung tak ada peluru mengenai tubuhku. Ketika muncul di permukaan, dalam keadaan menghirup udara, mataku memandang kapal yang yang menembak tadi sudah cukup jauh. Continue reading “Ketika Aku Menjadi Orang Papua”

Malaikat-Malaikat Itu

SN Ratmana
http://suaramerdeka.com/

CUACA bulan Agustus di Tanah Airnya tergolong yang terpanas sepanjang tahun. Tidak turun hujan, tanah mengering. Pada siang hari mentari menyorot tanpa dihalangi awan, apalagi mendung. Meski demikian toh mentari di sana tidak segarang di sini. Soalnya di sana ada gemericik air sungai yang tidak pernah kering, ada danau-danau, ada bentangan ladang yang menghijau serta rimbunnya dedaunan di kebun-kebun dan bahkan hutan belantara. Karena itu embusan angin di sana menjadi usapan yang menyejukkan. Continue reading “Malaikat-Malaikat Itu”

Bahasa ยป