Sepasang Mata di Malam Hari

Restu Ashari Putra
http://oase.kompas.com/

Suatu waktu aku ingat perkataan nenek, saat kami datang berdua mengunjunginya di sebuah rumah di kaki gunung. Sebelum kami sendiri yang menyaksikan ajalnya tiba. Ia masih tertawa berseri-seri dengan sederet gigi palsunya. Dengan sepasang mata yang masih ceria. Saat itu, di bawah aroma kebun teh Goalpara, aku masih mengingatnya ketika aku bersama Saskia di sana. Continue reading “Sepasang Mata di Malam Hari”

TARIAN LANGKAH KECIL

M.D. Atmaja

Sore, ketika matahari telah mulai menjadi ramah, Lelaki Pendosa melangkah memburu di jalan-jalan padat Kota Tua yang menyimpan jasat para raja-raja. Setelah menggali ke dalam diri, dia menemukan selingkar putih yang memutih dengan satu mata jernih di tengahnya. Sang Lelaki Pendosa memacu langkahnya yang semakin gemetar ketika langit menurunkan jarum-jarum air mata. Continue reading “TARIAN LANGKAH KECIL”

Serikat Orang Tak Berjodoh

S. Jai
Suara Merdeka,13 Juni 2010

“CERITAKAN kepadaku tentang Jalan Tuhan itu, Pak Tua.”

“Sebelum bertemu di meja judi,” Pak Tua itu yang berbaik hati itu pun memulai kisahnya. “Perjumpaan Nyi Tanah, Man Sapar dan Abah Matkur bermula keinginannya untuk menagih janji pada Tuhan. Awalnya, karena keduanya tahu jodoh itu di tangan Tuhan. Waktu umurnya nyaris tutup, sang jodoh tak kunjung dating, sebab itu dimulailah perburuan sampai di sini, sampai bertahun-tahun, sampai menyentuh batas harapan dan putus asa, senantiasa hidup sendiri tanpa suami atau istri. Padahal semuanya mereka punya, rumah, juga pekerjaan. Continue reading “Serikat Orang Tak Berjodoh”

Sebuah Rahasia

Venny Mandasari
http://oase.kompas.com/

Namanya Sa?aroh. Gadis kecil berusia lima tahun itu adalah putri dari seorang perempuan muda berwajah cantik bernama Mirna. Aroh mempunyai satu orang adik perempuan bernama Tasya, berumur dua tahun. Mereka tinggal di rumah sewaan yang cukup sederhana, di samping rumahku. Ayah Si Aroh jarang sekali terlihat batang hidungnya. Sesekali aku melihatnya, itu pun malam, saat dia akan pergi bekerja. Continue reading “Sebuah Rahasia”

S e u l a n g a

Cut Dini Desita
oase.kompas.com

Entah sejak kapan aroma wangi ini membuai tidur-tidurku. Semenjak pertama kali aku menginjak rumah ini, aku masih bisa melihat betapa tegar dua pohon besar yang masih berdiri di rumah tetangga samping. Mungkin saja pohon itu jauh lebih tua dari usia ibuku sendiri. Kata ibu, pohon itu tumbuh di tanah milik Nek Romlah–pemilik sah kedua pohon itu.

Pohon itu terlihat seperti pintu gerbang. Berdiri mengapit jalan setapak yang cenderung berlumpur tiap hujan datang. Berkali-kali kerikil ditumpahkan, tetap saja air masih rela menggenanginya. Continue reading “S e u l a n g a”

Bahasa ยป