Penjagal Kota Tua

Abidah El Khalieqy
http://suaramerdeka.com/

INILAH pesan Penjagal Kota Tua sebelum menuruni lapisan terbawah liang lahatnya. “Aku berharap engkau lebih kompak memerangi saudara sendiri. Ada bisa ular dalam kampung panjangmu. Bakar hutanmu, dan bikinlah istana baru.” Tapi pesan itu diterjemahkan oleh para penduduk kampung dengan sebaliknya. Sebab saudara yang dimaksud tuan penjagal itu ternyata dirinya sendiri. Continue reading “Penjagal Kota Tua”

Upacara Menunggu Kunang-kunang

Indra Tranggono
entertainmen.suaramerdeka.com

SEJAK pindah di kota Glazy, aku sering disekap kesunyian yang begitu kukuh, begitu perkasa. Apalagi bila senja mulai merambati langit, merambati perbukitan, merambati lembah-lembah, merambati gerumbulan pepohonan pinus, tangan-tangan kesunyian yang muncul dari pori-pori waktu, memelukku kuat-kuat, hingga aku seperti terjerat. Lalu, malam menyempurnakan dengan kegelapan. Dan satu-satunya hiburanku hanyalah melihat tarian kunang-kurang terbang; jumlahnya bisa ribuan bahkan bisa jutaan. Continue reading “Upacara Menunggu Kunang-kunang”

Seseorang dengan Agenda di Tubuh

Pringadi Abdi Surya
http://suaramerdeka.com/

(1)
BIASANYA, setiap cerita pembunuhan akan dimulai dengan ditemukan mayat korban. Lalu dimulailah penyelidikan oleh seorang inspektur polisi yang meneliti satu per satu misteri sampai ditemukan motif dan bukti-bukti yang mengarah ke siapa pelaku pembunuhan. Tetapi, saya tidak akan bercerita dengan metode kuno seperti itu. Saya akan mulai dengan sebuah pengakuan: sayalah yang telah melakukan pembunuhan dengan memukulkan benda keras ke kepala, berkali-kali (saya akan berhenti kalau sudah merasa puas), Continue reading “Seseorang dengan Agenda di Tubuh”

Penjara Kebebasan

Nugroho Sukmanto
suaramerdeka.com

DI Stasiun Senen mereka bukan menunggu godot, tetapi menanti kedatangan orang-orang yang pernah terbuang. Terbuang jauh sebagai narapidana di Pulau Buru. Mereka, kau tahu, adalah orang-orang yang dianggap sebagai terdakwa, pentolan, dan gembong pemberontak G30S PKI.

Setelah lebih 12 tahun mendekam di penjara, sekarang mereka beramai-ramai akan mengenyam kebebasan. Menikmati udara segar beraroma napas kerabat dan keluarga. Tidak lagi berbau lenguh sesama tahanan dan dengus para sipir hotel prodeo. Menggunakan kereta api dari Surabaya, sebentar lagi mereka memasuki Jakarta. Continue reading “Penjara Kebebasan”

Jejak Ditam

Abdullah Khusairi*
http://www.jawapos.co.id/

INILAH malam yang sangat runcing bagi Ditam. Menusuk hulu jantung menembus sukma. Mengalirkan darah dan resah. Malam juga mendenging bersama suara jangkrik. Ditingkahi dengkur suaminya yang sedang lelap tanpa mimpi. Dalam remang kamar, ia melihat wajah laki-laki itu sangatlah lelah. Maklum setelah seharian tadi bekerja sebagai kuli bangunan.

Bulan disimpan awan. Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Ditam berusaha berdiri di keremangan kamar. Betapa yakin hatinya, laki-laki itu takkan terjaga. Continue reading “Jejak Ditam”

Bahasa ยป