Si Bunian

DTA Piliang
http://www.suarakarya-online.com/

GEMURUH suara tambur diselingi suara genderang kecil atau kami sebut tasa yang bersuara menusuk telinga, menggambarkan bagaimana meriahnya pesta. Suara itu kadang seperti berasal dari arah utara, dari kaki Gunung Gadang, selanjutnya seperti berasal dari arah barat laut, dari Gunung Tigo. Kemudian suara tambur dan tasa terasa sangat dekat, dari Bukit Salasiah, Ujuang Gunuang, Sungai Sariak, di arah selatan. Selanjutnya pindah ke barat daya, seperti berasal dari Ampalu, Kampuang Dalam, atau dari Padang Sago. Kemudian bergeser ke arah barat, Tandikek atau Malalak. Continue reading “Si Bunian”

Ferlin Mencuci Baju

Ratna Indraswari Ibrahim
http://www.jurnalnasional.com/

Hari ini Ferlin berumur dua puluh tahun.

Tidak bisa lagi melanjutkan sekolah, seperti sahabat-sahabatnya se-SMA. Bulan ke mancanegara, Lia masuk ke salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Jakarta. Sedang Ferlin di sini, cuma mencuci baju!

Melihat wajahnya di air yang penuh busa sabun. Buih-buih busa berwarna-warni. Continue reading “Ferlin Mencuci Baju”

Celana Pinurbo

Amien Wangsitalaja
entertainmen.suaramerdeka.com

LAILA masih hanya mengagumi celana pendek yang tergantung di paku kamar mandi itu. Tak berani ia menyentuhnya. Padahal ingin sekali ia membelainya.

Laila baru selesai mandi. Ia baru sadar jika di deretan paku penggantung pakaian itu tergantung sebuah celana pendek. Letaknya persis berjejer dengan pakaian Laila yang lain. Continue reading “Celana Pinurbo”

Pokoknya? Tragis!

Agustinus Wahyono
http://www.sinarharapan.co.id/

Seorang pemuda menyeruak dari pekatnya kelambu kelam, melintasi jalanan remang-remang menuju warna-warni pelangi pertokoan. Matanya nyalang. Bibirnya tersungging senyuman. Gerakan tubuhnya begitu ringan.
?Siapa dia?? tanyamu.
Kamu pasti terkejut atas kemunculannya yang tiba-tiba begitu. Tak ada tanda-tanda atau aba-aba dari suara-suara atau pantulan cahaya pada tubuhnya. Sekonyong-konyong dia nongol. Tampangnya pun berbeda dengan gelandangan yang malas mandi. Continue reading “Pokoknya? Tragis!”

Dara…Dara…Dara

Kunthi Hastorini
http://www.sinarharapan.co.id/

Perempuan berkerudung malam. Dalam-dalam separuh ruhnya terembus perlahan dalam semilir dingin malam. Kelam mencumbui kurus kering tubuhnya yang setengah telanjang. Berjalan dia mengutuki sunyi.
Tenggelam barisan jejak tak pasti ditanggalkan. Di sudut kota, ia meringkuk sendiri. Ada isak tertahan menggema di sudut ruang. Ada serpihan darah tercecer di tubuhnya yang setengah telanjang.
Basah. Matanya basah terbaca sinar bulan perlahan datang. Menyisir peristiwa rahasia perempuan berdiri. Teriak mencekik lehernya, ?biadab!!!!?. Dan, dalam hitungan detik ia pun limbung jatuh tersungkur mencium aspal yang kerontang. Continue reading “Dara…Dara…Dara”

Bahasa ยป