Rahasia Walter Mitty

Karya: James Thurber
Diterjemahkan: Fernando
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

“AWAS, kami mau lewat!?
Suara komandan seperti memecah sebuah lapisan es yang tipis. Dia terlihat gagah saat mengenakan seragam, lengkap dengan topi putih dikepang, ditarik ke bawah di salah satu mata abu-abu yang dingin.
?Kita tak bisa melakukan itu, Pak. Itu sebuah badai yang bisa merusak, jika Anda bertanya pada saya tentang hal tersebut,? kata Letnan Berg. Continue reading “Rahasia Walter Mitty”

Suara Serak di Seberang Radio

Zelfeni Wimra*
http://www.jawapos.co.id/

Menjelang tengah malam di pondok perebus air nira, udara dingin akan mengalah pada nyala api di tungku. Selain rungut sekawanan kera mempergelutkan cabang tempat tidur, gelegak air nira dalam kancah berebut dendang dengan suara yang ditimbulkan getar sayap belalang di rimbun belukar. Bagi Yarman, pada saat-saat begini, menyeruput tengguli bercampur santan dan menyantap sepotong ketela yang matang dalam rebusan air nira belum terasa lengkap bila tanpa menghidupkan radio National dua band yang sengaja ia gantungkan di paku yang tertancap pada tiang pondok itu. Continue reading “Suara Serak di Seberang Radio”

L a n d o

Ucu Agustin*
http://www.jawapos.co.id/

KONONmereka ber-ibu buih dan ber-ayah ikan. Itulah mengapa mereka lebih suka hidup di air dan di antara kapal-kapal… Bila mereka menginjakkan kaki di darat, mereka akan sulit berjalan. Langkah mereka terlihat seperti bukan langkah manusia, dan saat mereka berlari, kaki serta tangannya akan bergerak seolah sedang menyibak air di antara gelombang. Rambut mereka licin seperti rumput laut dan kulit mereka kebal seperti kerang. Suara mereka sangat kuat. Mereka biasa teriak. Dan bila mereka berteriak di dalam rumah, seisi kampung konon bisa mendengarnya… Continue reading “L a n d o”

Cekik

Beni Setia *
suaramerdeka.com

PINTU terbuka. Lelaki langsing hanya berkaus masuk, dengan secangkir kopi dan rokok terselip di bibir. Ia menutup pintu dengan sepakan kecil kaki kiri. Melangkah tenang, nyaris tanpa bunyi debap sepatu. Meletakkan cangkir kopi -ruapnya menimbulkan kesan intim ruang tamu, dan bukan ruang interogasi. Menarik kursi. Duduk. Memainkan ujung bara, membersihkan sisik sisa pembakaran yang siap luruh jadi abu. Continue reading “Cekik”

Menari di Padang Prairi

Abidah El Khalieqy
http://www.jawapos.co.id/

OKE! Aku menyerah. Teruslah menari seluas padang prairi. Karena kau adalah benih adalah hujan adalah angin dan matahari. Tunas cinta menyembul darimu per detik. Tak ada jemu. Meski telah kubabat rumputan sabanamu, kuluapkan sungai-sungaimu hingga kering dan kutebas pohonan rimba rayamu. Meski telah kututup pintu-pintu dan kukafani sejarahmu. Meski telah kuhapus huruf-huruf yang mengisahkan namamu. Continue reading “Menari di Padang Prairi”

Bahasa ยป