Bunda, Kapan Ayah Pulang?

Dodiek Adyttya Dwiwanto*
http://oase.kompas.com/

Suara deru motor terdengar cukup kencang dari arah depan rumah. Ali kecil langsung berlari tergopoh-gopoh menuju ke ruang tamu.
?Ayah datang! Ayah datang!?

Tapi sesampainya di ruang tamu, Ali kecil yang mengintip dari jendela ruang tamu hanya bisa mendapatkan kekecewaan yang mendalam. Bukan sang ayah yang datang melainkan Pak Salim, tetangga depan rumah yang akan berangkat ke kantornya pagi ini. Continue reading “Bunda, Kapan Ayah Pulang?”

Lelaki Pendongeng dan Gadis Senja

Adi Toha *
oase.kompas.com

Bertahun-tahun ia telah berjalan dari kota ke kota, singgah di banyak tempat, bertemu dengan bermacam orang, namun tak pernah sekalipun terbersit keinginan untuk tinggal di salah satunya dan hidup bersama orang-orang baik hati yang ia temui. Namun pada suatu senja yang remang, ketika ia tengah berdiri sejenak di bawah lampu jalan yang mulai menyala dan matanya tak sengaja menangkap sosok seorang gadis yang tengah menikmati sisa cahaya lembayung dari jendela kamarnya, mendadak ia merasa bahwa perjalanannya telah sampai di kota terakhir tempat ia akan menghabiskan sisa hidupnya. Continue reading “Lelaki Pendongeng dan Gadis Senja”

Percakapan Mata

Faisal Syahreza
http://www.suarakarya-online.com/

Ibu emang mau pergi kerja. Tapi tanpa lipstik dan bedak. Tanpa sebuah kemeja juga bahkan tanpa celana yang layaknya untuk kerja ke kantor. Ibu emang pegawai. Tapi aneh. Ibu tak punya kantor. Atau bisa dibilang terlalu banyak tempat ibu bekerja, hingga tak tahu persis aku di mana sih tempat ibu kerja sebenarnya. Jadwal ibu yang padat dan tak ada liburan, kecuali mungkin sakit, membuat waktu untuk mengurus aku sepertinya nol. Makanya ibu mengajak aku kerja, intinya ke mana ibu kerja aku selalu dibawa. Continue reading “Percakapan Mata”

Jangan Panggil Aku Haji

DTA Piliang
http://www.suarakarya-online.com/

Keinginan melengkapi diri dengan gelar bergengsi segera terwujud. Saya termasuk diantara 200 ribu lebih orang Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji. Beberapa bulan lagi menyandang gelar haji, melengkapi gelar kesarjanaan.
“Inilah saya. Apa sih yang tak dapat diraih. Apa ang tak dapat dilakukan?,” saya berguman, puas. Continue reading “Jangan Panggil Aku Haji”

Satu Puisi

Hendry Ch
http://www.suarakarya-online.com/

Bangun Dulu kukira akan banyak lelaki yang menulis puisi untuk aku. Ternyata sampai aku berusia 50 tahun, hanya kamu yang pernah melakukannya. Aku masih menyimpannya sampai sekarang.

Kalau saja email bisa bersuara, Tio, pasti terbuai oleh merdu kata-kata yang dirangkai dalam kalimat itu. Apalagi bila di benaknya terrekam suasana kampus Universitas Indonesia di Rawamangun tahun 1980-an, ketika mereka berdua masih berkuliah di sana. Continue reading “Satu Puisi”

Bahasa ยป