Elang Pengabar

Saut Poltak Tambunan
suarakarya-online.com

TIBA-TIBA elang itu muncul setelah berbulan-bulan menghilang. Menjelang siang ia tampak melayang tinggi dan berputar mengitari bukit pekuburan. Lengking suaranya ngilu hingga ke kampung. Elang pengabar atau lali parboa, dipercaya menebar jou-jou na holom atau panggilan kematian kepada ruh sesiapa yang hendak dijemputnya. Continue reading “Elang Pengabar”

Perempuan Politik

Syarif Hidayatullah
http://www.sinarharapan.co.id/

Inilah kesedihanku, saat meja makan begitu lengang dan kosong. Seperti sebuah piring tanpa lauk dan nasi, seperti hatiku pula yang kini mulai ditumbuhi rumput-rumput sunyi dan gelisah yang semakin lama semakin meninggi.
Aku tak pernah melarang istriku untuk terjun dalam partai P untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di kota D. Benar-benar tak begitu masalah bagiku, selagi itu bermuara pada hal positif, dan baik bagi dirinya, aku bahkan mendukungnya, meski sebetulnya setengah hati saja. Continue reading “Perempuan Politik”

Selamat Pagi, Pak Gubernur!

Wahyu Dramastuti
http://www.sinarharapan.co.id/

SELAMAT pagi, Pak Gubernur! Mudah-mudahan pagi ini Anda sedang membaca cerita pendek saya sambil minum teh hangat di tengah kebun rindang dan rumput yang menghijau. Ini penting, supaya hati ini senantiasa hangat tapi pikiran tetap dingin. Ah.? maaf, Pak Gubernur, saya hanya ingin menyampaikan isi hati secara tulus.
Cerita ini tentang penjual ketoprak langganan saya, Kojak namanya. Cukup panggil Kojak, karena kepalanya lonjong tapi rambut plontos, hidungnya seperti hidung betet. Persis seperti ?Kojak? Telly Savalas yang terkenal di era 1970-an, saat saya dan teman-teman berebut kursi untuk menonton televisi di rumah tetangga. Continue reading “Selamat Pagi, Pak Gubernur!”

Malam Penuh Kecoa

Berto Tukan
sinarharapan.co.id

Malam gelap; bulan dan bintang pun tak ada. Alam tak berwarna, hanya gelap. Terlebih di kandang berukuran 3×4 meter yang tak berpenerangan secuil pun itu. Satir dan Tarjo berada di sana, entah karena apa.

Tarikan-tarikan napas pendek, tersengal-sengal, merambah genderang telinga keduanya. Bebunyi napas semakin mendekat! Satir terpaku! Perlahan ia keluarkan pemantik api dari saku celananya. Pemantik dinyalakannya; beribu-ribu kecoa beringsut mendekati mereka. Perlahan-lahan, binatang-binatang kecil menjijikkan mulai mencium-cium sepatu Tarjo, lalu melata naik memenuhi celana. Penghuni tetap tempat sampah menggigit sepatu Tarjo, memamah celana. Tarjo panik! Continue reading “Malam Penuh Kecoa”

Perempuan Air

Suadi Sulaiman Laweueng
http://www.sinarharapan.co.id/

Perempuan itu terus memandang ke sekelilingnya yang telah porak poranda. Setelah kampungnya dibinasakan ombak, dia langsung turun dari gunung menelusuri jalan-jalan yang penuh kenangan, jalan pulang ke rumahnya. Sepanjang perjalanan, setiap jengkal rerumputan yang berdecakan karena basah embun yang belum tersentuh para penyadap getah. Hutan karet bapaknya yang terpaksa dijual ke seorang tengkulak. Continue reading “Perempuan Air”

Bahasa ยป