Sebuah Pura di Air Terjun Gitgit

Sunaryono Basuki Ks*
http://www.jawapos.co.id/

Om Sang Hyang Pramasti Adi Guru. Byoh Angadeg ring luhur tan kening lupute

Gusti Madi Agung menuntun lelaki botak berambut penuh uban yang berjalan tertatih-tatih itu setelah dia turun dari motornya. Lelaki itu dituntunnya masuk ke rumah berdekorasi China dengan warna merah yang dominan.

Seorang gadis cilik, mungkin berusia lima tahun, yang sedang sibuk membantu kakeknya menata kotak-kotak obat menyapa, ”Silakan masuk.” Maksudnya masuk terus ke ruang belakang. Continue reading “Sebuah Pura di Air Terjun Gitgit”

Lampu Taman

Yetti A KA
suaramerdeka.com

KALI pertama kami berjanji di sebuah bangku panjang di taman kota, memandang lampu taman putih susu yang berdiri tegak di dekat serumpun palem, lama-lama, sambil duduk bersisian, dan ia berkata: Lampu itu mengingatkanku pada kepala ayah.

Kalimat pertama darinya, dan aku tidak dapat menghapus satu kata saja. Continue reading “Lampu Taman”

Sembahyang Makan Malam

Hanna Fransisca
http://suaramerdeka.com/

Ayam jantan yang dikebiri, yang oleh kodrat manusia diganti nama menjadi jam kai, kini terbaring mati. Tubuhnya gemuk. Barangkali dulu ia adalah calon petarung sejati, dengan taji runcing setajam pisau. Tapi atas nama doa tulus yang kelak diucapkan pada malam imlek, pisau taji itu ditelikung berbulan-bulan. Lalu berakhirlah nasibnya sampai di sini: pada malam imlek saat jasad jam kai terbaring di dasar mangkuk tembaga, –setelah direbus dengan berbagai aroma bumbu. Continue reading “Sembahyang Makan Malam”

Shanghai, 1943-Belinyu, 2000

Sunlie Thomas Alexander
http://www.jawapos.co.id/

Shanghai, Maret 1943

DARI suara radio yang sayup-sayup sampai lantaran menipisnya tenaga baterai, kau tahu kalau pasukan nasionalis kian terdesak. Kehidupan rakyat makin tak menentu, setiap hari selalu saja jatuh korban yang sulit dihitung di luar medan perang. Yang mati tertembak, sakit, atau kelaparan. Pengungsi bertebaran di mana-mana. Tak di desa, tak di kota. Shanghai memang tinggal menunggu kejatuhannya, pikirmu. Seperempat Cina telah dikuasai Jepang, mau apa lagi? Para konsul Barat sudah lama meninggalkan gedung-gedung kedutaan. Continue reading “Shanghai, 1943-Belinyu, 2000”

Quattordici

Benny Arnas *
jawapos.com

Grekia

DAN di hadapanku tiba-tiba terbentang almanak raksasa. Di sana, dalam kurungan kotak-kotak yang berwarna hijau tahi kuda, angka-angka bersembunyi di balik lambang-lambang yang tak kupahami. Tiba-tiba seseorang menyentuh pundakku. Laki-laki yang berjanggut putih lebat berombak. Ia mengucapkan selamat datang di Grekia. O, daerah apa itu? Sungguh, aku tak mengerti apa yang tengah menimpaku. Bagaimana aku dapat terpelanting ke tempat yang asing ini. Continue reading “Quattordici”

Bahasa ยป