Maria Magdalena Bhoernomo
sinarharapan.co.id
JANGAN bilang aku tak bisa bicara. Kalau selama ini aku diam, semata-mata karena titahku memang hanya sekadar sebagai alat tukar saja. Sama dengan serdadu-serdadu yang dititahkan sebagai mesin perang, mereka tak mau bicara karena bicara bisa membuatnya dianggap melanggar disiplin prajurit!
Orang menyebutku uang. Ya, itulah jati diri asliku. Aku diciptakan sebagai alat tukar dengan nilai yang telah ditentukan. Meskipun begitu, aku sesekali kehilangan nilai, atau sebaliknya sangat bernilai dibanding dengan nilaiku yang sebenarnya. Continue reading “Namaku Rupiah”
