Namaku Rupiah

Maria Magdalena Bhoernomo
sinarharapan.co.id

JANGAN bilang aku tak bisa bicara. Kalau selama ini aku diam, semata-mata karena titahku memang hanya sekadar sebagai alat tukar saja. Sama dengan serdadu-serdadu yang dititahkan sebagai mesin perang, mereka tak mau bicara karena bicara bisa membuatnya dianggap melanggar disiplin prajurit!

Orang menyebutku uang. Ya, itulah jati diri asliku. Aku diciptakan sebagai alat tukar dengan nilai yang telah ditentukan. Meskipun begitu, aku sesekali kehilangan nilai, atau sebaliknya sangat bernilai dibanding dengan nilaiku yang sebenarnya. Continue reading “Namaku Rupiah”

Parang

Isbedy Stiawan Z.S. *
sinarharapan.co.id

SUNGGUH! Jangankan melihat parang (tajam dan mengkilat lagi), melihat pisau silet saja aku amat takut. Pernah aku menyaksikan ayahku terluka oleh silet saat mencukur kumis dan jambangnya. Mungkin karena abai atau melamun, pipi ayah terkelupas oleh silet itu. Darah pun mengaliri pipi ayah. Aku segera menutup mata, tak berani melihat warna darah. Continue reading “Parang”

Bisikan Angin Laut

Agustinus Wahyono
http://www.sinarharapan.co.id/

Angin laut berdesis-desis seolah membisiki sesuatu di liang telingaku. Surya timur menghangatkan perahu-perahu kayu, kapal-kapal besi, bangunan-bangunan warisan kolonial, atap-atap kaki lima, kendaraan, dan kulit orang-orang. Beberapa calon penumpang tengah menanti kapal cepat menuju pulau seberang. Beberapa pedagang kaki lima sedang membuka warung di pinggir dermaga kota ini. Aku tengah duduk di salah satunya. Kulirik arlojiku. Pukul 06.27. Masih ada waktu untuk menikmati suasana di sini, pikirku. Continue reading “Bisikan Angin Laut”

Sandakan, Pada Satu Petang

Adji Subela
http://www.sinarharapan.co.id/

Hotel itu tidaklah terlalu besar benar, sedang-sedang saja, letaknya di sisi selatan Sandakan, kota di pinggiran Laut Sulu yang penuh perompak. Di dalam hotel itu ada puluhan perompak yang cantik-cantik.

Sosok gedungnya yang muram menipu pandang orang, karena di dalamnya lampu-lampu redup berkelipan di sana-sini, dan masing-masing kamar menyetel berbagai-bagai lagu, tumpang-tindih seperti pasar malam yang dikompres menjadi satu di dalam gedung bertingkat tiga itu. Continue reading “Sandakan, Pada Satu Petang”

Desak dan Anjingnya

Sunaryono Basuki Ks
http://www.sinarharapan.co.id/

Mula-mula aku tidak tahu, mengapa seekor anjing berbulu coklat mudai selalu memasuki ruang kelasku bilamana aku mengajar mata kuliah Drama dan Advanced Reading. Kadang, anjing yang berbulu bersih terawat itu menerjang masuk ke dalam kelas dan kemudian berhenti di salah satu sudut kelas. Mahasiswa biasanya tertawa setiap kali anjing itu datang. Mereka lebih paham dariku. Anjing itu biasanya langsung duduk dengan tenang di samping kaki Desak yang sedang mendengar kuliahku. Continue reading “Desak dan Anjingnya”

Bahasa ยป