Surat Kepada Luqman 2

Kavellania Nona Pamela

Aku ingin bertanya pada awal surat keduaku ini padamu. Apa kabarmu hari ini Luqman? Maksudku apa kabarnya setelah kau membaca suratku kemarin? Ternyata kau masih saja membisu dan aku pun juga membisu. Kita sama-sama membisu bukan, Luqman? Padahal kerinduan telah dingin menyelimuti diriku sebesar minus derajat sekian. Dingin sekali Luqman, hingga aku membeku dan tak lagi menemukan mantel hangat pada kerinduan itu. Sampai kapan kau akan membiarkanku membeku seperti ini, menyiksaku dengan sayatan rindu pada lembar kisah yang telah memudar dulu. Continue reading “Surat Kepada Luqman 2”

Isteriku yang terbang

Lily Yulianti Farid
http://jurnalnasional.com/

Kata Ayumi, adalah biasa laki-laki Jepang memukuli kepala isteri dan anaknya. Tapi rasanya sulit mendapatkan bayangan bagaimana adegan itu terjadi pada perempuan itu. Ia memang mungil. Tapi tidakkah segala wawasan dan pengetahuan serta harga diri bisa menuntunnya mengambil keputusan meninggalkan lakil-aki brengsek yang mudah menamparnya? Continue reading “Isteriku yang terbang”

ETER

Ucu Agustin
jawapos.com

Tak ada kau di kursi itu, Eter. Gelombang nyanyian dari salon di sudut bar mengubahmu dari ingatan keras kepala menjadi genangan yang mencair di hatiku, kau tahu. Malam jadi beku meski di sini bar boy yang sama, dengan ceria menanyaiku seperti saat dia menawari kita minuman dengan setengah memaksa, waktu itu. San Miguel? Atau mau sari buah? Cranberrie-nya enak lho… Tequila? Sampanye juga kami punya… Namun karena Bloody Mary dan Martini kesukaanmu tak tertulis di daftar menu, maka cognac harum yang tak terlalu berat itu kita biarkan mengalir membanjiri lambung kita yang mungil. Dan, tentu saja, white wine! Continue reading “ETER”

Surat Kepada Luqman 1

Kavellania Nona Pamela

Luqman, telah kuterima dan kubaca puisimu dengan untaian kata yang mampu menyihir hatiku menjadi rapuh, serapuh tongkat yang menyebabkan Sulaiman menghembuskan napas terakhirnya akibat termakan rayap. Untung saja aku bukan tongkat, aku masih mampu bertahan dalam kerapuhanku karena setiap bait pada puisi itu tersimpan secuil kehangatan selayak mantel pada musim dingin di Negeri Sakura. Tahukah Luqman, kehangatan itu telah membuaiku ke dalam harapan, padahal begitu takutnya aku memiliki harapan yang nantinya akan membuatku tersayat kembali karena kamu. Continue reading “Surat Kepada Luqman 1”

Mobil Pengantin

Sunlie Thomas Alexander
http://www.jawapos.com/

DULU, setiap pasangan pengantin Tionghoa di kota kecil kami selalu diarak berkeliling dengan mobil. Seingatku mobil itu sedan Mitsu?bishi buatan tahun 70-an, milik seorang pemilik salon yang memang khusus direntalkan untuk keperluan mobil pengantin. Sedan itu biasanya dirias meriah dengan sulur-sulur pita panjang berwarna-warni yang melintang dari depan moncong ke belakang dengan ikatan simpul yang indah di atas atapnya serupa ikatan pita pada kotak kado. Di bagian moncong mobil itu juga dipasangi rangkaian kembang aneka rupa dan sebuah boneka kecil berwujud pengantin perempuan. Continue reading “Mobil Pengantin”

Bahasa ยป