Aku, Suara, dan Maryam Kedua

Krisandi Dewi
http://www.facebook.com/people/Krisandi-Dewi/1177407133

Sekali lagi hujan turun kesekian kali hari ini.
Entahlah kenapa Tuhan tak sekaligus saja menurunkannya, sekalian mengguyur lapak-lapak tandus juga tanah bedeng yang biasanya sekali siram,apa-apa yang di atasnya pasti akan tenggelam,terendam.
Ah, tapi aku sudah bosan menelaah dan menerka kenapa Tuhan bertindak seperti ini, berkehendak layak itu.
Otakku sudah dungu, jadi tak mau lagi aku membuatnya semakin berkarat lalu sekarat gara-gara itu. Aku lebih melamunkan yang ada di tengah sawah saat ini. Continue reading “Aku, Suara, dan Maryam Kedua”

Pesta Esok dan Tangis yang Meng-crystal

Gita Pratama

Aku hanya ingin bercerita tentang pesta tanpa gaun, pendar lampu-lampu kristal ataupun meja penuh hidangan lezat. Pesta yang membuat semua orang tertawa geram dan tangis tertahan. Di tengah kelahiran, ruang lain justru sedang meregang nyawa, mengurai keringat dari bulir-bulir kenangan yang dingin. Malam ini adalah cerita kematian dari tawa yang sunyi. Dari malam yang sepi tentang kepala botak merah darah. Juga kelahiran dari sepi yang riuh, dari malam yang sibuk bercerita tentang penggalan kepala berhias kata-kata. Continue reading “Pesta Esok dan Tangis yang Meng-crystal”

Koper Merah

Jenny Ang
http://www.jawapos.com/

”Ma, tunggu.”

Matahari meninggi di atas awan. Menebar panas dan menuai gerah. Langit kelabu bukan menjanjikan hujan melainkan tersaput debu polusi. Sebuah koper kosong berwarna merah melenggang gontai mengikuti langkahku di atas trotoar yang seolah tak berujung. Roda-roda mungilnya bergemeretak meriah menggerus conblok yang terpasang tak rata. Continue reading “Koper Merah”

Bulan Separuh Bayang

Dahlia Rasyad
http://www.lampungpost.com/

SEMENJAK kepergian ayah, ibu selalu menghabiskan malam di kursi goyang sambil memandang pesona bulan dan kesejukan taman. Saat-saat di pertengahan kalender ia sudah duduk di sana sambil membaca novel tua yang romantis. Novel itu, selalu ia ulang-ulangi ke sekian kalinya. Apalagi kalimat-kalimat pembuka di bab-bab yang bukan saja puitis, tetapi mampu sejenak membawanya ke realitas fiksi itu. Bab yang dibuka dengan kalimat seperti ini: Continue reading “Bulan Separuh Bayang”

Bahasa ยป