BAU BUSUK DI KAMAR MANDI

http://www.suaramerdeka.com/
http://syoga.blogspot.com/
S Yoga

Jam berapa sekarang?. Aku berjalan mondar-mandir di dalam kamar mandi. Apakah aku harus berangkat? Rasanya tubuh ini masih bau, aku cium sendiri tubuhku. Apakah aku harus mandi lagi? Rasanya tidak enak kalau tidak mandi lagi. Kenapa tubuh ini akhir-akhir ini baunya tidak enak? Jelas aku takut dan malu sekali bila tercium oleh teman-teman sekantor. Ah kenapa mulutku baunya tidak enak sekali, pantas istriku seringkali tidur di kamar sebelah. Aku harus mandi lagi. Aku tak peduli pertemuan di kantor terlambat. Aku tidak peduli. Continue reading “BAU BUSUK DI KAMAR MANDI”

SUNRISE

AS. Sumbawi

“Yap. Selesai sudah.” Kucoba mengangkat tas ransel yang memuat segala kebutuhan. Lumayan berat. Dari luar kudengar Bondan memanggil. Aku keluar.

“Bagaimana? Sudah beres?” katanya.
“Sip. Beres.”
“Ayo, sudah ditunggu yang lain!” katanya memberi isyarat menunjuk ke jalan. Di sana kulihat sebuah mobil van parkir. Continue reading “SUNRISE”

Dear: Gani

Lan Fang
jawapos.com

Hai, sudah lama kita sepi dari sapa. Aku selalu rindu bertukar kata denganmu. Mungkin hanya untuk pertanyaan remeh-temeh seperti, ”Bagaimana senjamu di sana?” atau sekadar, ”Tahukah kau kalau di sini terang masih saja setia?” Karena berkabar denganmu sama seperti menyapa kegembiraan. Continue reading “Dear: Gani”

KENANGAN

S Yoga
Jurnal Cerpen Indonesia Nomor 2, Juni 2002
http://syoga.blogspot.com/

I
Aku benar-benar bahagia hidup di kampung. Aku ingat betul bagaimana bentuk kampung, seluruh kampung seperti barak-barak yang dibangun kaum gelandangan, agak kumuh, tak teratur, dengan bangkai-bangkai perahu di samping rumah, jala membentang di pelataran, seolah kampung kami diselimuti labirin-labirin putih. Sebuah kepompong membungkus kampung. Semua rumah membelakangi laut dan menghadap matahari terbit, setiap pagi seakan ada fajar baru yang menyongsong kehidupan. Continue reading “KENANGAN”

Malin Kundang Pulang Kampung

Ahmad Muchlish Amrin
entertainmen.suaramerdeka.com

TERSIAR kabar dari toekang tjerita tentang Malin Kundang yang dikutuk Ibunya jadi batu, mungkin ingatanmu akan menjalar ke masa lampau bila di antara kita ada yang enggan pulang. Ah, toekang tjerita sudah mati, tinggal aku yang diwarisi cerita dan aku akan mengisahkan kembali padamu, mungkin kau akan menuduh kisah ini adalah cerita yang sesat. Tapi simaklah baik-baik kalimat demi kalimat yang menyimpan matahari asing. Continue reading “Malin Kundang Pulang Kampung”

Bahasa »