Di Penghujung Revolusi

Geger Riyanto
suaramerdeka.com

BAR itu jauh dari keramaian. Jauh dari lalu lalang manusia yang bermandi peluh demi sebongkah roti, jauh dari jalan utama yang merupakan ban berjalan bagi mereka -para sekrup kecil ekonomi negara tersebut. Di ujung dalam, tampaklah seorang pria paro baya mengenakan kacamata hitam, masker, dan berjaket. Ia sedang berbicara dengan pria lain dengan topi bermoncong panjang yang nyaris menutupi matanya, dan kemeja lengan panjang bergaris-garis yang dilipat hingga siku. Continue reading “Di Penghujung Revolusi”

Pilkada

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Di depan Amat berdiri tiga orang kandidat gubernur. Mana yang harus dicoblos? Nomor satu, dua atau tiga? Amat bimbang. Ia tidak bisa memutuskan mana yang terbaik.

?Jadi mau nyoblos yang mana?? desak Ami..

?Itu rahasia, Ami.?

?Terus-terang saja, Bapak bingung!? Continue reading “Pilkada”

BAPAKKU TELAH PERGI*

S Yoga
http://www.suaramerdeka.com/
http://syoga.blogspot.com/

Bapakku telah pergi. Menemui pembakaran. Ruang suci tempat selesaian. Apa yang harus aku ingat dan kenang dari semua itu. Tak ada. Tak ada yang ingin kuingat. Namun apakah mungkin, aku bisa melupakan, karena begitu kuat kenangan terhadap Bapak mencengkeram pikiran. Padahal abunya telah kularung di lautan, tempat yang paling ia senangi ketika masih hidup. Bapak senang plesir hingga lautan terjauh dan pulau-pulau terpencil. Membawa pancing dan jaring. Continue reading “BAPAKKU TELAH PERGI*”

Suap

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Seorang tamu datang ke rumah saya. Tanpa mengenalkan dirinya, dia menyatakan keinginannya untuk menyuap. Dia minta agar di dalam lomba lukis internasional, peserta yang mewakili daerahnya dimenangkan.

?Seniman yang mewakili kawasan kami itu sangat berbakat.?katanya memujikan, ?keluarganya memang turun-temurun adalah pelukis kebangaan wilayah kami. Kakeknya dulu adalah pelukis kerajaan yang melukis semua anggota keluarga raja. Continue reading “Suap”

Bahasa »