Mashuri
Ketika ia memperkenalkan namanya dengan: Bajra, aku sudah curiga. Kulihat matanya yang berongga dan terkesan sangat dalam. Tulang tengkoraknya besar dan menonjol, alis mata tebal dan sekuntum kamboja terselip di kupingnya. Aku seperti menemukan sosok asing tetapi terasa dekat dan sangat kukenal. Aku lalu mulai menebaknya. Continue reading “Reinkarnasi Angin”
