KRISTAL BERCAHAYA DARI SURGA

Nur Hayati*

“Nek, kenapa Nenek dulu menamaiku dengan nama Diana Putri Felicity? Padahal kata Nenek, kakek dulu hanya memberiku nama Diana saja.”
‘Sayang, memang kakekmu dulu hanya memberikan nama Diana saja. Tapi Nenek ingin kau seperti putri kita semua. Putri Diana. Dia seorang putri namun dia tak sombong dan begitu ramah terhadap rakyat seperti kita. Hampir pada masa pemerintahannya, kondisi negara berjalan dengan baik. Dan ketika dia meninggal, lihat saja semua orang turut berduka dan berdoa untuk keselamatanya. Sama denganmu, Nenek ingin kau seperti dirinya. Seperti putri yang baik hati itu. Dan kau tau, Felicity itu artinya kebahagiaan. Nenek ingin kebahagiaan slalu menemani cucu Nenek ini.” sambil mencubit pipi cucunya itu. Continue reading “KRISTAL BERCAHAYA DARI SURGA”

Onto Suwigno

A. Rodhi Murtadho *

Onto Suwigno. Seorang guru SMP yang cukup populer namanya di kalangan masyarakat desa Madulegi. Keramahan dan kesantunannya kepada siapa saja menumbuhkan rasa simpati tersendiri. Tak diragukan lagi, kepiawaiannya dalam mengajar membuat berjuta-juta manusia sukses. Ada yang sukses menjadi pengemis, pemulung, petani, pedagang, pejabat kota, menteri, jendral, presiden, bahkan ada yang sukses korupsi tanpa ketahuan. Continue reading “Onto Suwigno”

Cincin Kawin

Danarto
jawapos.co.id

Ketika ibu mendapatkan cincin kawinnya berada di dalam perut ikan yang sedang dimakannya, seketika ibu terkulai di meja makan, pingsan. Lalu koma sekitar satu minggu, kemudian ibu meninggal dunia. Sejak saat itu sejarah hidup keluarga kami diputar ulang. Seperti digelar di kamar keluarga, juga di pekarangan belakang rumah, hari demi hari diperlihatkan malaikat betapa cara kerja langit tak mempunyai patokan. Tak dapat ditebak. Tak terduga. Dalam mengarungi pemandangan yang terbentang di hadapan, kami tak tahu benar apakah itu pemandangan alam atau lukisan pemandangan alam di atas kanvas. Continue reading “Cincin Kawin”

Perempuan Penjual Nasi Boran

Rian Sindu

Bila suatu saat engkau bertandang ke kotaku. Cobalah mampir sejenak. Sekedar melepas penat sambil menikmati indahnya malam di sana. Kotaku selalu ramai. Apalagi di sebuah pertigaan yang terletak tepat beberapa meter dari alun-alun. Tempat berjajar-jajar perempuan menjajakan nasi boran.*) Makanan bercita rasa asli resep daerahku. Engkau belum pernah merasakan nikmatnya nasi boran, kan? Makanya, mampirlah dulu ke kotaku!
*** Continue reading “Perempuan Penjual Nasi Boran”

Pameran Makam

A. Rodhi Murtadho *

Gundukan tanah. Nisan berjajar rapi menghadap arah yang sama. Kematian. Banyak orang tenggelam dalam tanah. Terbujur kaku. Entah hancur atau entah masih utuh tubuhnya. Yang pasti makhluk dalam tanah bersama mereka. Pengurai menguraikan jasad berkeping-keping. Menghancurkan tulang sampai tak ada beda dengan tanah. Sama. Layaknya humus yang terbentuk dari daun dan kotoran. Jasad manusia juga menjadi penyubur tanah. Tak heran kalau tumbuhan di tanah kuburan gemuk-gemuk dan subur. Continue reading “Pameran Makam”

Bahasa »