Kopi Senja di Negeri Siti

Marhalim Zaini
Suara Merdeka, 15 Feb 2004

Siak, sungaimu menyulapku. Perempuan itu, kaurendam di dada senjamu. Pekat hitam rambutnya, setiap kali kaubasahi, tumbuh ribuan bunga kenanga. Menyambangi hidung lelakiku. Segera, di taman imajinasiku, segala yang terindah merekah. Entah di mana tiba-tiba lenyapnya gubuk-gubuk yang runduk di sepanjang tepian sungai itu. Sampah-sampah yang terapung di bawahnya pun seolah menjelma bunga seroja yang digoyang ombak kecil dari sampan-sampan yang ditambatkan. Continue reading “Kopi Senja di Negeri Siti”

Ruang Mimpi

Al-Fairish

Denting irama jarum jam dan nyanyian satwa malam seakan tak pernah berhenti. Angin malam dengan hembusan mesranya melewati celah angin-angin, menyentuhku yang sedang asyik membayangkan wajah-wajah ceria para penikmat cinta. Kemudian aku berjalan mendekati jendela dan melayangkan pandangan keluar kamar, tampak deretan pepohonan yang menjulang tinggi. Lambaian daun-daunnya seakan memanggilku dan menawarkan keindahan mahkota bunga yang sedang mekar. Rumput yang hijau memantulkan sinar melalui embun yang menempel dan terbias oleh sinar rembulan. Continue reading “Ruang Mimpi”

Mawar Putih

Anis Faridatur Rofiah

Risa masih bingung dengan apa yang akhir-akhir ini terjadi padanya. Mimpi-mimpi aneh dan berkali-kali ia menemukan mawar putih di tempat tidurnya. Ia telah bertanya pada teman-temannya sekamar, bahkan teman satu panti telah ia tanyai, namun mereka semua tidak tahu-menahu tentang mawar putih yang dimaksud Risa. Continue reading “Mawar Putih”

Bahasa »