Igau Rinjani

Rian Harahap
Riau Pos, 26 Feb 2012

“Kau pembunuhnya! Mengakulah, sudah saatnya kau mengaku”

Kembali igau perempuan disampingku itu membangunkanku dari pembaringan yang baru saja sejenak kunikmati. Belum lagi tiga puluh menit, aku sudah kembali terjaga untuk menenangkan istriku. Ia memang selalu membaca doa sebelum tidur namun akhir-akhir ini ia sering mengigau tak jelas. Continue reading “Igau Rinjani”

Perempuan yang Suka Menghitung Uangnya

Aba Mardjani
http://www.suarakarya-online.com/

Setiap kali selesai salat magrib, perempuan di usia menjelang senja itu duduk pada sebuah kursi dengan sebuah meja kecil di salah satu sudut masjid itu dengan kertas-kertas berisi daftar piutang di tangannya. Sebagian lainnya berserakan di atas meja.

Banyak sekali nama dalam daftarnya. Berlembar-lembar. Di belakang nama itu tertulis angka-angka disusul dengan nol berderet-deret. Continue reading “Perempuan yang Suka Menghitung Uangnya”

Bukan Perempuan Biasa

Dedy Hidayatulah
http://www.suarakarya-online.com/

Usai makam malam bersama Yos, Duma langsung ke kamar hotelnya. Tawaran Yos menghabiskan malam di sebuah kafe tak membuatnya tertarik. Setelah menang tender siang tadi, Duma letih. Ia ingin segera berada di kamarnya.

Sebagai pengusaha yang kerap ke luar negeri, Duma menganggap tiap kamar hotel adalah rumahnya. Setiap negeri yang disinggahi seolah jadi ngaranya. Namun, Continue reading “Bukan Perempuan Biasa”

Giwang untuk Istri

Budi Hutasuhut
http://www.facebook.com/groups/cerpenkucerpenmu/

Suami istri itu saling pandang. Tak ada kalimat. Tapi mata keduanya sudah lebih dari cukup untuk saling memahami kondisi masing-masing.

Si suami baru saja tiba di rumah sepulang kerja. Setiap hari ia keluar rumah untuk menawarkan jasa memperbaiki cincin, gelang, kalung emas, dan perhiasan lain yang rusak. Ia masuk ke kompleks-komplek perumahan, ke kampung-kampung yang jauh. Berkilo-kilo meter ia tempuh setiap hari. Ia tak letih, meskipun betisnya semakin mengeras karena dipakai menggoes pedal sepeda tuanya. Continue reading “Giwang untuk Istri”

Redi Kelud

Han Gagas
http://cerpenkompas.wordpress.com/

Aku lahir di tengah keluarga yang berbeda. Bapakku tunawicara, ibuku suwung kalau kambuh jadi begitu menakutkan. Marno, kakak pertama, suka berendam seharian. Kalau dilarang berendam, paling tidak ia mandi empat kali sehari, pukul 8, 11, 2, dan 4.

Kakak kedua, Basoko, kepalanya selalu meleng ke kiri, tak mau memandang jika diajak bicara. Ia hanya mau bersitatap denganku bila aku menanyakan sedang apa ia dengan bulpennya itu. Ia senang mencoret-coret bukunya mirip gambar, mirip angka, mirip tulisan, atau tak mirip apa pun. Continue reading “Redi Kelud”

Bahasa »