Beda tapi Santun

D. Zawawi Imron *
jawapos.com

Rabu, 4 Februari 2009, aula Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok, dipenuhi peminat sastra. Bahkan ada hadirin yang rela berdiri. Acaranya, peluncuran buku berjudul Menggapai Impian karangan Nyai Masriyah Amva dari Cirebon. Penulis wanita ini belajar menulis ketika berumur 46 tahun. Tema yang ditulis merupakan pengalaman pribadi, dengan rasa yang dalam, maka tulisan itu menjadi menarik. Ia menulis apa adanya tanpa berupaya untuk memerindah bahasanya. Continue reading “Beda tapi Santun”

PERANG

D. Zawawi Imron
jawapos.com

Dalam sebuah tayangan televisi, saya pernah menyaksikan seekor kijang yang dikejar beberapa ekor harimau di atas padang sabana yang sangat luas. Kijang yang akan dimangsa itu lari sekencang-kencangnya, agar selamat. Tapi si predator tidak kalah kencang. Mungkin karena dipacu oleh kelaparan akhirnya salah seekor harimau itu berhasil menerkam si kijang. Dalam waktu beberapa menit saja tubuh kijang itu sudah tidak bernyawa. Continue reading “PERANG”

Aie Angek

D. Zawawi Imron *
jawapos.com

Di jalan menanjak antara Padangpanjang-Bukittinggi, Sumatra Barat, saya dan novelis Ahmad Tohari menjadi sastrawan tamu selama satu bulan di Rumah Puisi yang didirikan penyair Taufiq Ismail dan istrinya, Ati Ismail. Sampai hari ini saya telah sepuluh hari berada di antara Gunung Singgalang dan Gunung Merapi, tempat kabut dan hawa dingin menyelimuti kami setiap hari. Tempat kami selalu disapa desir daun-daun bambu, dan di depan sana ada petani-petani sayur yang tekun memakmurkan bumi. Continue reading “Aie Angek”

Bahasa ยป