Danarto, “Haji Itu Perlu Dorongan Spiritual Yang Kuat”

Wawancara ini juga dimuat dalam Majalah MataAir edisi 18 “Banyak Jalan Menuju Makkah”
http://www.gusmus.net

Siapa yang tidak kenal Danarto. Budayawan gaek dan penulis buku “Orang Jawa Naik Haji” ini dilahirkan pada tanggal 27 Juni 1941 di Sragen, Jawa Tengah. Kali ini, Danarto akan mengisahkan pengalamannya berhaji serta berbagai pendapat dan ungkapannya tentang fenomena unik ibadah haji kepada anda. Continue reading “Danarto, “Haji Itu Perlu Dorongan Spiritual Yang Kuat””

Teater Alam Akan Pentaskan Karya Iwan Simatupang dan Danarto

Muh Syaifullah
tempointeraktif.com

Setelah sekitar 10 tahun terakhir Teater Alam, Yogyakarta, tak pernah pentas, Jumat dan Sabtu besok mereka bakal mementaskan naskah karya Iwan Simatupang dan Danarto. Naskah Iwan yang akan dipentaskan bertajuk Petang di Taman. Adapun karya Danarto bertajuk Obrok Owok-owok, Ebrek Ewek-ewek. Continue reading “Teater Alam Akan Pentaskan Karya Iwan Simatupang dan Danarto”

Tuhan yang Dijual

Danarto
http://majalah.tempointeraktif.com/

PARA jemaah haji atau umrah biasanya “balik bertanya” bila diminta menguraikan perihal situs yang terletak di tengah Masjidil Haram, tapi memang Ka’bah itulah yang paling didambakan. Jauh-jauh datang dari Tanah Air, bisa menetap sampai empat puluh hari di Mekah, hanya Ka’bah yang ingin dinikmati di Tanah Suci. Menunaikan ibadah haji atau umrah, Ka’bah adalah tujuan peribadatan. Kalau sudah melihat Ka’bah, cukuplah hati ini terpuaskan. Sedangkan untuk berziarah di tempat lain, nanti-nanti sajalah. Lalu Ka’bah itu apa? Terserah pendapat Anda. Continue reading “Tuhan yang Dijual”

ANTARA “GODLOB” DANARTO DAN “DAJAL” MANA SIKANA

Maman S. Mahayana

I
Membandingkan dua karya sastra atau lebih sedikitnya dua negara yang berbeda, dalam studi sastra, termasuk ke dalam wilayah sastra bandingan (comparative literature). Syaratnya antara lain adalah bahwa karya sastra yang akan diperbandingkan setidak-tidaknya mempunyai tiga perbedaan yang menyangkut perbedaan bahasa, wilayah, dan politik. Dari perbedaan inilah paling sedikit akan tersimpul bahwa perbedaan latar belakang sosial budaya (lokal, tradisi, dan pengaruh) yang melingkari diri masing-masing pengarang, akan tercermin pula dalam karyanya. Continue reading “ANTARA “GODLOB” DANARTO DAN “DAJAL” MANA SIKANA”

Bahasa ยป