http://www.lampungpost.com/
Di Desa Gungan
setelah pohon-pohon arang
dan gundukan pasir yang mengubur cakrawala,
masihkah kita berhak meyakini
bahwa ada yang tersisa
dari badai kehilangan? Continue reading “Sajak-Sajak Dea Anugrah”
http://www.lampungpost.com/
Di Desa Gungan
setelah pohon-pohon arang
dan gundukan pasir yang mengubur cakrawala,
masihkah kita berhak meyakini
bahwa ada yang tersisa
dari badai kehilangan? Continue reading “Sajak-Sajak Dea Anugrah”
SUATU PAGI YANG MENGANTARKU KEMBALI
kabut yang terangkat
menyisa genangan
pada punggung jalan
kawanan merpati ngungun
di atas kabel kabel telepon
begitu mirip
begitu persis tahun tahun lampau Continue reading “Puisi-Puisi Dea Anugrah”
oase.kompas.com
A HIMSA
/1/
tibatiba cermin menukar wajahku dengan wajah gandhi!
yang jelek dan malang
lantaran terus mengapung dalam benak seribu orang
yang mengemis sedikit saja pelajaran
tentang cinta dan rasa manis di pelataran
sajakku Continue reading “Puisi-Puisi Dea Anugrah”
AKU MENCINTAI KALIAN
aku mencintai kalian,
yang meringkuk di trotoar di malam malam
berembun yang bikin meriang.
aku mencintai kalian,
yang tak sanggup menahan perihnya lambung
lalu tercebur ke paret paret penuh limbah pabrik
karena kawanan anjing neraka telah keluar dari lorong lorong
dan melarikan nasi keras nasi kotor kalian
merebut roti roti keras kotor kalian. Continue reading “Sajak-Sajak Dea Anugrah *”